Koordinasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 oleh Jasa Raharja, Jasa Marga, dan Korlantas Polri. (Istimewa)
Jasa Raharja Perkuat Koordinasi Pengamanan Arus Mudik Lebaran 2026 di Jatim
Lukman Diah Sari • 7 February 2026 15:37
Surabaya: Jasa Raharja memperkuat sinergi pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri 2026 di wilayah Jawa Timur dengan mengikuti Apel Persiapan Pengamanan Lebaran 2026. Kegiatan ini digelar oleh PT Jasa Marga di Traffic Information Center Wilayah Timur, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 6 Februari 2026.
Dalam kegiatan ini, Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin hadir bersama Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A. Purwantono, serta Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Iwan Saktiadi. Sejumlah persiapan menyambut arus mudik dan balik Idulfitri 2026 telah dilakukan secara terpadu oleh seluruh stakeholder, mulai dari kesiapan ruas jalan hingga sarana dan prasarana pendukung.
Survei lapangan juga dilakukan di ruas tol maupun jalur non-tol untuk memastikan kondisi jalan, rambu lalu lintas, rest area, serta fasilitas pendukung lainnya berada dalam kondisi optimal. Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan sekaligus meningkatkan kesiapan pengamanan selama periode Lebaran 2026.

Koordinasi pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 oleh Jasa Raharja, Jasa Marga, dan Korlantas Polri. (Istimewa)
Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa Jasa Raharja siap mendukung penuh seluruh rangkaian pengamanan Lebaran 2026 melalui sinergi berkelanjutan dengan kepolisian, pengelola jalan tol, serta instansi terkait. Sebagai BUMN dan bagian dari Danantara Indonesia, kata dia, Jasa Raharja terus memperkuat peran dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui layanan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas secara tepat, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Kami berkomitmen agar petugas Jasa Raharja di seluruh kantor wilayah dan cabang terus aktif berkoordinasi dalam mendukung pengamanan arus mudik dan balik. Tujuan utamanya adalah meminimalkan risiko kecelakaan serta menekan fatalitas korban di jalan raya,” jelas Awaluddin.
“Kami terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan Operasi Keselamatan dan Operasi Ketupat 2026 berjalan optimal. Kesiapan infrastruktur, pengamanan, dan manajemen lalu lintas menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran perjalanan masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan 15 unit kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR) oleh PT Jasa Marga kepada Ditlantas Polda Jawa Timur sebagai bagian dari penguatan operasional pengamanan lalu lintas. Rombongan juga melakukan peninjauan ke sejumlah ruas tol dan rest area di Jawa Timur untuk memastikan kesiapan jalan, fasilitas pendukung, serta sistem pengamanan menghadapi lonjakan arus kendaraan.