Sukses Program Pemerataan Akses Pendidikan, Kalteng Raih Penghargaan di NGA 2026

Sukses Program Pemerataan Akses Pendidikan, Kalteng Raih Penghargaan di NGA 2026

Richard Alkhalik • 30 April 2026 14:55

Jakarta: Dedikasi dan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam memajukan sektor pendidikan kembali mendulang apresiasi di tingkat nasional. Pemprov Kalteng berhasil menyabet penghargaan National Governance Awards (NGA) 2026 untuk kategori Outstanding Province in Educational Equality Service lewat serangkaian inovasi dan kebijakan di sektor pendidikan.

Penghargaan bergengsi yang diinisiasi Metro TV ini diserahkan secara langsung kepada Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dalam malam penganugerahan yang digelar di The Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat 24 April 2026.

Program NGA 2026 merupakan wadah apresiasi bagi pemerintah daerah di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi yang terbukti sukses menghadirkan kepemimpinan strategis, inovasi, serta dampak luas dalam akselerasi pembangunan daerah.

“Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada Metro TV yang telah memberikan penghargaan di bidang pendidikan. Dan ini sebagai wujud nyata kami, komitmen kuat dari Pemprov Kalteng, Bapak Gubernur H Sugianto Sabran, dan kami yang mendampingi beliau, serta SOPD yang teknis, dalam hal ini adalah Dinas Pendidikan,” kata Edy dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV, Rabu, 29 April 2026.

Edy juga menambahkan bahwa langkah ini berawal dari evaluasi atas tantangan sumber daya manusia (SDM) di daerahnya karena isu ketidakadilan, ketidakmerataan, dan kesenjangan sehingga pemerintah harus berupaya memberikan perhatian pada peningkatan sektor pendidikan.



(Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo dalam malam penganugerahan National Governance Awards (NGA) 2026. Foto: Dok Metrotvnews.com)

Program Strategis Akselerasi Pemerataan Kalteng

Pencapaian ini tidak lepas dari keberhasilan Pemprov Kalteng dalam mengeksekusi program perluasan akses pendidikan yang layak dan modern. Di bawah kepemimpinan Gubernur Sugianto Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo, pemerintah gencar melakukan percepatan kebijakan untuk layanan pendidikan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Fokus pembangunan kini diarahkan pada peningkatan konektivitas layanan antar-kabupaten serta modernisasi fasilitas belajar di wilayah pelosok dan pedalaman. Keberhasilan ini ditopang tiga pilar utama, yakni hilirisasi layanan pendidikan, digitalisasi pembelajaran berbasis kewilayahan, serta penguatan literasi dasar.

Pemerintah Provinsi Kalteng mengalokasikan pagu hingga Rp1,2 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menopang program strategis tersebut.

Memasuki 2026, Pemprov Kalteng meluncurkan sejumlah Program Strategis di Sektor Pendidikan. Langkah ini mencakup penyelenggaraan Program Diploma-1 (D1) Vokasi Pertanian Akademi Komunitas di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR), serta realisasi Program Seragam Sekolah yang menjangkau lebih dari 60 ribu peserta didik jenjang SMA/SMK/SKH se-Kalimantan Tengah.

Seluruh program tersebut dirancang sebagai instrumen intervensi kebijakan untuk merespons tantangan Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi di Kalteng. Merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) terhadap APK Perguruan Tinggi di wilayah tersebut saat ini berada di level 25,49 persen sehingga masih berada di bawah rerata nasional yang mencapai 32,89 persen.

Pemerintah Kalteng menyadari bahwa faktor ekonomi masih menjadi penghambat utama bagi lulusan sekolah menengah untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Oleh karena itu, skema pendidikan gratis diharapkan mampu mendobrak batasan tersebut sekaligus mempercepat akselerasi kualitas SDM di Kalteng.

Capaian Pemerintah Kalteng Dorong Akses Pemerataan

Sepanjang 2025, Pemprov Kalteng sukses menorehkan prestasi di sektor pendidikan melalui program digitalisasi sekolah dengan telah mendistribusikan 874 set panel surya, merealisasikan 422 sekolah yang 100 persen terdigitalisasi, menyediakan 4.339 unit papan tulis interaktif, hingga menyalurkan 321 perangkat Starlink ke kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) untuk memberikan fasilitas belajar yang layak dan modern.

Program “Kuliah Gratis Huma Betang Satu Rumah Satu Sarjana” juga menjadi salah satu capaian pemerintah dalam periode tersebut untuk memberikan pemerataan pendidikan bagi masyarakat Kalteng.

Di bawah kepemimpinan Agustiar Sabran, program peningkatan SDM melalui Kelas Digital Huma Betang, pemberlakuan sistem pembelajaran hybrid, hingga program penguatan penguasaan bahasa asing bagi siswa di sekolah kini menjadi perhatian untuk dioptimalkan.

Tak hanya sektor pendidikan, sektor ekonomi dan kesehatan turut mencatatkan keberhasilannya. Sepanjang Februari hingga November 2025 angka inflasi di Kalteng berhasil ditekan pada rata-rata 0,23 persen secara month to month dan 1,70 persen secara year on year yang mencerminkan stabilitas ekonomi daerah yang terkelola dengan sangat baik.

Penciptaan 1.542 Koperasi Merah Putih, pelaksanaan Pasar Murah di 1.432 desa, serta pencetakan 250 miliarder baru melalui program pelatihan UMKM secara gratis, juga menjadi bukti keberhasilan Pemerintah Provinsi Kalteng dalam menjaga stabilitas dan menjamin kesejahteraan masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)