Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Delapan Orang

Bangunan di Lebanon yang hancur akibat serangan Iran. Foto: Anadolu

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan Delapan Orang

Fajar Nugraha • 29 April 2026 16:49

Beirut: Serangan udara Israel di wilayah selatan Lebanon pada Selasa, 28 April 2026 menewaskan sedikitnya delapan orang.

Korban tewas termasuk tiga petugas penyelamat, di tengah berlanjutnya kekerasan meski gencatan senjata masih berlaku.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lima korban tewas akibat serangan di kota Majdal Zoun, termasuk tiga paramedis pertahanan sipil yang tertimbun reruntuhan saat menjalankan misi penyelamatan. Serangan lain di Jebchit menewaskan dua orang dan melukai 13 lainnya, sementara satu orang tewas dan 15 orang terluka dalam serangan terpisah di Jwaya.

Militer Lebanon juga menyatakan dua tentaranya terluka akibat serangan Israel terhadap patroli militer, menandai pertama kalinya pasukan Lebanon dilaporkan menjadi target sejak gencatan senjata diberlakukan. Di sisi lain, militer Israel mengonfirmasi seorang pekerja perusahaan teknik yang bekerja untuk Kementerian Pertahanan tewas di Lebanon selatan.

Lebanon sebut Israel langgar hukum internasional

Serangan terjadi setelah Israel mengeluarkan peringatan evakuasi baru bagi warga di lebih dari selusin desa di Lebanon selatan, meminta mereka segera bergerak ke arah utara. Tak lama setelah itu, serangan udara dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di sekitar zona penyangga militer.

Dilansir dari media Euro News, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan tersebut dan menyatakan, “Israel terus melanggar hukum dan konvensi internasional yang melindungi warga sipil.” Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menegaskan negaranya tidak memiliki ambisi teritorial di Lebanon dan akan menarik diri jika kelompok bersenjata dilucuti.

Organisasi hak asasi manusia Amnesty International juga mendesak Israel menghentikan penghancuran properti sipil, termasuk panel surya dan fasilitas air di wilayah perbatasan. Mereka menilai tindakan tersebut berpotensi melanggar hukum internasional dan mendesak adanya penyelidikan kejahatan perang.

Israel hancurkan jaringan terowongan Hizbullah

Militer Israel mengumumkan telah menemukan dan menghancurkan dua terowongan milik Hizbullah di wilayah Qantara yang dibangun selama hampir satu dekade. Terowongan tersebut memiliki panjang sekitar dua kilometer dan dihancurkan menggunakan lebih dari 450 ton bahan peledak.

Menurut sumber militer Israel, jaringan bawah tanah itu dilengkapi fasilitas lengkap seperti ruang tidur, dapur, dan aula pertemuan, serta digunakan oleh pasukan elite Hezbollah. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan, “Hari ini kami menghancurkan terowongan besar milik Hezbollah,” dan menegaskan operasi akan terus berlanjut.

Perang antara Israel dan Hezbollah yang dimulai sejak awal Maret telah menewaskan lebih dari 2.500 orang dan melukai ribuan lainnya. Konflik ini juga menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi serta kerusakan besar di wilayah Lebanon selatan.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)