Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Anadolu Agency)
Pemimpin Tertinggi Iran Salahkan Trump atas Kerusuhan dan Korban Tewas
Willy Haryono • 18 January 2026 07:05
Teheran: Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuding Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertanggung jawab atas jatuhnya korban jiwa, kerugian materiil, serta apa yang ia sebut sebagai fitnah terhadap negaranya.
“Kami menganggap Presiden AS bersalah atas korban jiwa, kerugian serta fitnah yang ia timbulkan terhadap bangsa Iran,” kata Khamenei dalam unggahan di platform media sosial X pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Dilansir dari Antara, pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya gelombang protes di Iran yang meletus sejak akhir Desember 2025. Aksi unjuk rasa itu dipicu oleh kekhawatiran masyarakat terhadap lonjakan inflasi yang dipengaruhi melemahnya nilai tukar mata uang rial.
Sejak 8 Januari, intensitas protes meningkat menyusul seruan dari Reza Pahlavi, putra Shah Iran yang digulingkan dalam Revolusi 1979. Pada hari yang sama, otoritas Iran memblokir akses internet secara luas di berbagai wilayah.
Di sejumlah kota, demonstrasi berubah menjadi bentrokan dengan aparat kepolisian ketika massa meneriakkan slogan-slogan anti pemerintah. Media melaporkan adanya korban di kalangan aparat keamanan maupun demonstran, meski pemerintah belum merilis angka resmi.
Pada akhir Desember, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika Teheran berupaya melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.
Trump juga mengancam akan melancarkan serangan besar terhadap Iran apabila pengunjuk rasa terbunuh, serta berjanji mendukung rakyat Iran jika diperlukan.
Baca juga: Tunda Opsi Militer, Trump Apresiasi Iran yang Batalkan 800 Eksekusi Mati