Tunda Opsi Militer, Trump Apresiasi Iran yang Batalkan 800 Eksekusi Mati

Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)

Tunda Opsi Militer, Trump Apresiasi Iran yang Batalkan 800 Eksekusi Mati

17 January 2026 13:01

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat kemarin menyambut baik keputusan Iran yang membatalkan ratusan eksekusi mati yang sebelumnya telah dijadwalkan.

“Saya sangat menghormati fakta bahwa seluruh hukuman gantung yang dijadwalkan, yang seharusnya dilaksanakan kemarin (lebih dari 800 eksekusi), telah dibatalkan oleh para pemimpin Iran. Terima kasih!” tulis Trump melalui platform media sosial Truth Social.

Namun demikian, laporan media lokal menyebutkan bahwa ulama Iran Ayatollah Ahmad Khatami di hari yang sama menyatakan bahwa para pengunjuk rasa di ibu kota Teheran seharusnya dijatuhi hukuman mati.

Trump sebelumnya berulang kali menyuarakan dukungan terhadap para demonstran di Iran dan mengkritik keras cara otoritas Iran menangani gelombang protes yang dimulai pada 28 Desember di Teheran. Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh anjloknya nilai tukar rial Iran serta memburuknya kondisi ekonomi, sebelum kemudian menyebar ke sejumlah kota lain.

Ia juga sempat menyatakan kemungkinan melancarkan serangan militer terhadap Iran apabila aparat keamanan menggunakan kekuatan mematikan terhadap demonstran. Namun, menurut laporan, opsi tersebut dikesampingkan setelah Trump mengetahui keputusan otoritas Iran untuk membatalkan rencana eksekusi massal.

Berbicara kepada wartawan pada Jumat, Trump menegaskan bahwa keputusan untuk tidak melancarkan serangan militer merupakan pilihannya sendiri, sekaligus membantah laporan bahwa pejabat Arab maupun Israel memengaruhi sikapnya.

“Tidak ada yang meyakinkan saya. Saya meyakinkan diri saya sendiri,” kata Trump saat meninggalkan Gedung Putih menuju Florida Selatan untuk menghabiskan akhir pekan.

“Kemarin dijadwalkan lebih dari 800 hukuman gantung. Mereka tidak menggantung satu orang pun. Eksekusi itu dibatalkan. Itu berdampak besar,” ujarnya, dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 17 Januari 2026.

Opsi Militer

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan telah beberapa kali berbicara dengan Trump pekan ini, mendorong penundaan serangan guna memberi Israel waktu tambahan untuk menyiapkan pertahanan menghadapi kemungkinan pembalasan Iran.

Ketika ditanya apakah bantuan bagi para demonstran Iran masih “sedang dalam perjalanan”, seperti yang sebelumnya dijanjikannya, Trump menjawab, “Kita lihat nanti. Seperti yang Anda ketahui, Iran membatalkan hukuman gantung terhadap lebih dari 800 orang. Saya sangat menghormati keputusan itu.”

Meski pemerintahan Trump belum sepenuhnya menutup opsi serangan militer, kekhawatiran dilaporkan masih muncul, baik di internal pemerintah AS maupun di kalangan sekutu, mengenai efektivitas serangan terbatas terhadap pasukan keamanan Iran dan potensi serangan balasan dari Teheran.

Secara bersamaan, militer AS dilaporkan mengevakuasi sebagian personel dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah serta mengirimkan tambahan kekuatan ke kawasan tersebut, termasuk kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln, yang sebelumnya ditempatkan di Laut China Selatan.

Di bidang ekonomi, Departemen Keuangan AS US Treasury Department mengumumkan sanksi terhadap Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, serta sejumlah pejabat lain yang dikaitkan dengan tindakan keras terhadap para pengunjuk rasa.

Baca juga:  Iran Ingatkan AS soal Opsi Militer dan Dorong Jalur Diplomasi

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com