Ilustrasi. Medcom.id
Prakiraan Cuaca BMKG 22-28 September 2026, Cek Wilayah Hujan dan Angin Kencang
Riza Aslam Khaeron • 22 September 2026 13:44
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di Indonesia pada 22–28 September 2026 umumnya cerah berawan hingga hujan ringan. Meskipun begitu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, disertai kemungkinan angin kencang di beberapa daerah.
Kondisi cuaca tersebut terjadi di tengah atmosfer yang relatif kering di sejumlah wilayah Indonesia, terutama sebagian Sumatra dan Kalimantan. Di sisi lain, beberapa faktor atmosfer masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan secara lokal.
BMKG mencatat dinamika atmosfer dalam beberapa hari ke depan dapat memengaruhi pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah. Kondisi angin juga perlu diperhatikan karena peningkatan kecepatannya berpotensi memengaruhi cuaca dan tinggi gelombang di beberapa perairan.
Masyarakat perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat dan angin kencang. Berikut prakiraan cuaca Indonesia pada periode 22–28 September 2026.
Prakiraan Cuaca Periode 22–24 September 2026

Ilustrasi: Istimewa
Pada 22–24 September 2026, kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan berada pada kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Meskipun begitu, hujan dengan intensitas sedang masih berpotensi meningkat di sejumlah wilayah.
Wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan tersebut meliputi:
- Aceh
- Sumatra Barat
- Kepulauan Riau
- Jambi
- Sumatra Selatan
- Kepulauan Bangka Belitung
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Utara
- Sulawesi Tengah
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
- Siaga (hujan lebat–sangat lebat): Sumatra Utara.
- Angin kencang: Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua Selatan.
Prakiraan Cuaca Periode 25–28 September 2026
Selanjutnya, pada periode 25–28 September 2026, cuaca di Indonesia masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Namun, beberapa daerah tetap berpeluang mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang.Wilayah yang diprakirakan mengalami peningkatan hujan tersebut meliputi:
- Aceh
- Sumatra Utara
- Sumatra Barat
- Kepulauan Riau
- Sumatra Selatan
- Bengkulu
- Jawa Barat
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Papua Tengah
- Papua Pegunungan
Potensi angin kencang tetap ada di beberapa daerah. Wilayah yang perlu mewaspadai kondisi tersebut yakni Jawa Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Selatan.
Masyarakat di wilayah yang berpotensi mengalami hujan dan angin kencang diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca. Kondisi atmosfer yang berbeda antarwilayah membuat cuaca dapat berubah secara lokal meskipun secara umum sebagian besar daerah masih berada dalam kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan
BMKG mencatat kondisi atmosfer Indonesia dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari skala global maupun regional. Meskipun sebagian wilayah masih cenderung kering, hujan dengan intensitas lebat tetap dapat terjadi secara lokal akibat adanya kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.Pada 18–20 September 2026, hujan lebat tercatat di sejumlah wilayah dengan curah hujan tertinggi mencapai 75 mm per hari. Hujan tersebut terjadi di Sumatra Barat, Kalimantan Barat, Jawa Barat, dan Kalimantan Utara dengan rincian sebagai berikut:
- Sumatra Barat: 75 mm per hari
- Kalimantan Barat: 70 mm per hari
- Jawa Barat: 58 mm per hari
- Kalimantan Utara: 53 mm per hari
Kondisi tersebut membuat kandungan uap air di atmosfer tetap tersedia dan membantu proses pengangkatan massa udara. Akibatnya, pertumbuhan awan hujan masih dapat berlangsung di sejumlah wilayah meskipun daerah lainnya mengalami kondisi yang lebih kering.
Dari sisi iklim global, Indonesia saat ini masih berada dalam pengaruh El Niño Event kategori Sangat Kuat. Kondisi tersebut tercermin dari nilai SOI sebesar -20,3 dan indeks NINO3.4 yang berada pada angka +2,51.
Selain itu, nilai rata-rata mingguan DMI tercatat sebesar +0,7. Kondisi tersebut menunjukkan dominasi massa udara di Samudra Hindia yang bergerak menjauhi Indonesia dan berpotensi mengurangi pasokan uap air dari wilayah Indonesia bagian barat.
Memasuki akhir September hingga awal Oktober 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah. Curah hujan diperkirakan berkisar 0–150 mm per dasarian, dengan kategori rendah masih mendominasi sejumlah wilayah.
Wilayah yang diprakirakan masih didominasi curah hujan kategori rendah meliputi:
- Sumatra: sebagian wilayah bagian selatan
- Jawa
- Bali
- Nusa Tenggara
- Kalimantan
- Sulawesi
- Maluku
- Papua: sebagian wilayah
Selain MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial juga diprediksi aktif di sebagian besar Kalimantan dan perairan di sekitarnya. Aktivitas tersebut mencakup Laut Sulawesi, Selat Makassar, Kepulauan Natuna, Perairan Natuna, dan Laut Cina Selatan.
Analisis atmosfer menunjukkan aktivitas konvektif berpotensi meningkat di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi tersebut terutama diprakirakan terjadi di sebagian besar Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, serta sejumlah wilayah perairan di sekitarnya.
Faktor lain yang turut mendukung pertumbuhan awan hujan yakni sirkulasi siklonik yang diprakirakan terbentuk di beberapa wilayah. Sistem tersebut diprediksi muncul di Laut Cina Selatan sebelah timur Vietnam serta Samudra Pasifik timur Filipina dan utara Papua.
Sirkulasi tersebut dapat membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin yang membuat massa udara berkumpul. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan di sebagian besar Sumatra, Kalimantan Utara, dan sebagian Papua.
Peluang hujan juga diperkuat oleh kondisi labilitas atmosfer lokal yang cukup kuat di sebagian Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Kondisi tersebut membuat hujan masih berpeluang terjadi secara lokal meskipun kondisi iklim dalam skala global cenderung lebih kering.
Selain hujan, kondisi angin di wilayah perairan juga perlu menjadi perhatian. Angin permukaan dengan kecepatan lebih dari 25 knot masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah berikut:
- Laut Andaman
- Teluk Thailand
- Laut Cina Selatan
- Laut Jawa bagian timur
- Laut Flores bagian barat
- Laut Banda bagian selatan
(Angel Rinella)