Foto: MTVN/Siti Nahdia Usman
Hanung Bramantyo Hadirkan Film Lobang Buaya, Angkat Kisah Misteri di Tahun 1964
Putri Purnama Sari • 26 September 2026 16:40
Jakarta: Hanung Bramantyo, Adhya Pictures, dan Dapur Films menggelar gala premiere film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah pada Jumat, 25 September 2026 di Epicentrum XXI, Jakarta. Acara tersebut menjadi salah satu rangkaian menuju penayangan film di bioskop Indonesia.
Gala premiere dihadiri Hanung Bramantyo selaku sutradara bersama jajaran pemeran utama, seperti Baskara Mahendra yang memerankan Soegeng, Carissa Perusset sebagai Arum Wangi, Anya Zen sebagai Ningsih, serta Mathias Muchus sebagai Sukarya.
Setelah pemutaran film, Hanung dan para pemain mengikuti konferensi pers bersama awak media. Sesi tersebut membahas proses produksi, pengembangan cerita, riset, hingga pendekatan genre yang digunakan dalam Lobang Buaya.
Film produksi Adhya Pictures dan Dapur Films tersebut dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Film berdurasi sekitar 99 menit ini diperuntukkan bagi penonton dewasa.
Berlatar 1964, 309 Hari Sebelum Tragedi 30 September 1965
Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah mengambil latar waktu 1964, setahun sebelum peristiwa 30 September 1965.
Dalam mengembangkan ceritanya, Hanung menggunakan perpaduan genre horor, misteri, dan thriller. Trailer resmi yang dirilis Adhya Pictures pada Agustus 2026 memperlihatkan rangkaian pembunuhan, teror supernatural, serta penyelidikan Soegeng terhadap berbagai kejadian misterius yang berlangsung di Desa Lobang Buaya.
Meski menggunakan latar waktu yang berdekatan dengan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, film ini merupakan karya fiksi bergenre horor misteri.
Hanung menjelaskan bahwa pemilihan genre tersebut merupakan bagian dari pendekatan kreatif dalam mengolah cerita. Ia juga menegaskan bahwa genre horor yang digunakan dalam film tidak berkaitan dengan sikapnya terhadap tragedi 30 September 1965.
“Yang harus saya tekankan ke teman-teman semuanya, bahwa pilihan genre itu sebetulnya tidak ada hubungan dengan bagaimana saya punya sikap terhadap tragedi 30 September 1965 dan setelahnya. Setelah dan sebelumnya, itu tidak ada hubungannya,” tegas Hanung Bramantyo dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta.
Dengan latar 309 hari sebelum tragedi 30 September 1965, film ini menggunakan situasi sosial dan politik pada masa tersebut sebagai latar cerita. Alurnya kemudian berfokus pada rangkaian pembunuhan misterius dan penyelidikan Soegeng terhadap kejadian yang berlangsung di Desa Lobang Buaya.
Ditulis Hanung Bramantyo Sejak 2024
Proyek Lobang Buaya mulai dikembangkan Hanung Bramantyo pada 2024. Dalam sesi gala premiere, perwakilan Adhya Pictures menyebut Hanung mulai menulis proyek tersebut pada tahun yang sama.
Proses syuting kemudian berlangsung pada akhir 2024 dan dilanjutkan dengan rangkaian proses produksi hingga film tersebut siap diperkenalkan kepada penonton.
“Jadi proyek ini dimulai dari tahun 2024, Mas Hanung tulis. Kita syuting di akhir 2024, dan prosesnya lumayan panjang, sampai akhirnya kita bisa sampai di hari ini, gitu,” ujar Debora Siahaan, perwakilan produser Adhya Pictures, dalam konferensi pers.
Daftar Pemain Film Lobang Buaya

Foto: MTVN/Siti Nahdia Usman
Selain Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Anya Zen, dan Mathias Muchus, film Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah juga menampilkan Khiva Iskak serta sejumlah pemain lainnya.
Berikut jajaran pemeran utama dalam film tersebut:
- Baskara Mahendra sebagai Soegeng
- Carissa Perusset sebagai Arum Wangi
- Anya Zen sebagai Ningsih
- Mathias Muchus sebagai Sukarya
- Khiva Iskak
Film ini diproduseri Shierly Kosasih dan diproduksi oleh Adhya Pictures bersama Dapur Films.
Jadwal Tayang Film Lobang Buaya
Setelah menjalani rangkaian festival dan promosi, Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 1 Oktober 2026.
Film berdurasi sekitar 99 menit tersebut menghadirkan cerita fiksi dengan perpaduan horor, misteri, dan thriller, serta mengambil latar waktu 309 hari sebelum tragedi 30 September 1965.
(Siti Nahdia Usman)