Catat! Ini Prakiraan Awal Musim Hujan 2026/2027 di Berbagai Wilayah

Ilustrasi hujan. (Pexels/Md Nadim Mahmud)

Catat! Ini Prakiraan Awal Musim Hujan 2026/2027 di Berbagai Wilayah

Silvana Febiari • 25 September 2026 10:01

Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan jadwal awal musim hujan untuk periode 2026/2027. Kedatangan musim hujan di Indonesia diprediksi terjadi secara bertahap, dimulai dari wilayah barat dan utara hingga merambah ke wilayah selatan serta timur Indonesia.

Berdasarkan pemetaan BMKG, awal musim hujan diperkirakan mulai memasuki sejumlah wilayah sejak Oktober hingga Desember. Berikut rincian sebarannya:

Oktober: Awal Masuknya Musim Hujan

Memasuki bulan Oktober, hujan mulai mengguyur sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan, dan Sulawesi Barat. Selain itu, presipitasi juga mulai melanda sebagian kecil Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, hingga Papua Tengah bagian timur.  

November: Sebaran Hujan Makin Meluas

Pada bulan November, cakupan wilayah yang memasuki musim hujan semakin bertambah. Awan hujan mulai bergeser membasahi sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan sebagian kecil Nusa Tenggara Timur (NTT). Wilayah Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat bagian utara, serta Papua Selatan juga diperkirakan mulai rutin diguyur hujan pada periode ini.

Desember: Puncak Awal Musim Hujan di Indonesia Selatan

Memasuki penghujung tahun di bulan Desember, hampir seluruh wilayah Indonesia selatan dan timur sudah sepenuhnya memasuki musim hujan. Wilayah yang terdampak meliputi sebagian Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, Kalimantan Selatan, Bali, NTB, NTT, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, hingga Papua Selatan bagian selatan.


Ilustrasi hujan. (Foto: MI/Atet Dwi Pramadia)


Dengan adanya prakiraan ini, masyarakat diimbau mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca. Warga juga perlu menjaga kesehatan dan mewaspadai potensi banjir serta tanah longsor di daerah rawan.

BMKG mengimbau masyarakat mengakses informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi melalui saluran resmi. Langkah ini penting untuk menghindari informasi yang belum terverifikasi dan dapat memicu keresahan.

(Silvana Febiari)