Wakil Presiden RI Gibrang Rakabuming Raka menerima audiensi manajemen talenta dan industri kreatif WHIM Management Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (14/04/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Wakil Presiden
Wapres Gibran Dorong Penguatan Industri Gim Nasional
Siti Yona Hukmana • 14 April 2026 18:07
Jakarta: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mendorong penguatan industri gim nasional, sebagai upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis teknologi di Indonesia. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi manajemen talenta dan industri kreatif WHIM Management Indonesia di Istana Wakil Presiden, Jakarta.
“Tadi kita membahas banyak tentang industri gim Indonesia dan bagaimana ke depannya bisa menjadi salah satu pilar ekonomi kreatif yang berkontribusi dalam memajukan ekonomi Indonesia,” kata CEO dan Co-Founder ATTN, perusahaan kreatif digital berbasis teknologi, Hartman Harris dikutip dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden di Jakarta dilansir Antara, Selasa, 14 April 2026.
Hartman Harris menyampaikan Wapres memberikan perhatian serius terhadap perkembangan industri gim di dalam negeri, serta mendorong pelaku industri untuk terus berkembang.
“Mas Wapres sangat memperhatikan industri gim ini. Pesannya agar kami terus berjuang untuk mengembangkan industri gim di Indonesia,” ujar Hartman.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: dok Istimewa.
Selain itu, berbagai potensi dan tantangan industri gim nasional turut dibahas secara mendalam dalam pertemuan tersebut, termasuk peluang kontribusi sektor ini terhadap perekonomian Indonesia. Hartman menambahkan audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal mempercepat pertumbuhan industri gim nasional menuju target jangka panjang.
“Harapannya ke depan industri gim bisa semakin berkembang, dan menuju 2045 kita bisa benar-benar memanen hasil dari upaya yang sudah dilakukan selama ini,” ungkap Hartman.
Pemerintah melalui berbagai kebijakan terus berkomitmen mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif berbasis teknologi, termasuk industri gim, sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi nasional yang inovatif dan berdaya saing global.