Krisis Selat Hormuz Picu Gangguan BBM di Inggris, Harga Melonjak

Ilustrasi pengisian bahan bakar di SPBU. (Anadolu Agency)

Krisis Selat Hormuz Picu Gangguan BBM di Inggris, Harga Melonjak

Willy Haryono • 28 March 2026 15:01

London: Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Inggris mengalami gangguan pasokan sementara pada Jumat kemarin di tengah lonjakan harga bahan bakar akibat krisis energi global.

Gangguan ini terjadi setelah terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz, jalur utama perdagangan energi dunia, menyusul konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Di Inggris, harga bensin tercatat mencapai 1,5 poundsterling (sekitar Rp33.800) per liter, naik sekitar 15 persen dibandingkan sebelum konflik. Sementara itu, harga solar menyentuh 1,77 poundsterling per liter.

CEO Asda Allan Leighton mengatakan hanya “sebagian kecil” SPBU milik perusahaannya yang terdampak, namun mengakui adanya lonjakan permintaan yang signifikan.

“Kami melihat peningkatan permintaan yang sangat tinggi akibat volatilitas harga,” ujar Leighton, dikutip dari Antara, Sabtu, 28 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa permintaan saat ini telah melampaui pasokan, sehingga menyebabkan gangguan distribusi sementara.

“Pasokan sedang ketat, dan kami bekerja keras mengatasinya. Gangguan ini bersifat sementara, meski mungkin berlanjut selama periode pengiriman,” katanya.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran melalui serangan ke Israel serta wilayah yang menampung aset militer AS di Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk.

Gangguan di Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi minyak dan gas global turut memperketat pasokan energi dan mendorong kenaikan harga di berbagai negara.

Baca juga:  Selat Hormuz Terganggu, Negara Teluk Wacanakan Pembangunan Pipa Alternatif

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)