Panduan Tata Cara Salat Jenazah Laki-laki: Niat dan Bacaan Doa

Ilustrasi: Pexels

Panduan Tata Cara Salat Jenazah Laki-laki: Niat dan Bacaan Doa

Riza Aslam Khaeron • 26 March 2026 13:20

Jakarta: Jika seorang muslim berpulang, muslim lain akan mengambil alih urusan kematiannya, mulai dari memandikan hingga menunaikan salat jenazah dan melakukan proses mengubur jenazah. Hal ini dikarenakan pada setiap tahap pengurusan jenazah terdapat doa-doa baik untuk almarhum.

Salat jenazah adalah hak yang dimiliki seorang muslim terhadap sesama muslim. Berdasarkan ajaran Islam, perlakuan yang baik terhadap jenazah adalah tanggung jawab yang diwajibkan atau fardhu kifayah bagi semua umat muslim.
 

Syarat Sah Salat Jenazah

Berdasarkan ketentuan syariat, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan salat jenazah laki-laki:
  • Jenazah telah dimandikan dan dikafani sesuai syariat Islam.
  • Orang yang menyalatkan harus suci dari hadas dan memenuhi syarat sah salat (menutup aurat dan menghadap kiblat).
  • Jenazah diletakkan di depan imam (jika hadir secara langsung).
  • Posisi Jenazah: Kepala jenazah diletakkan di sebelah utara (kanan imam), dan imam berdiri sejajar dengan kepala jenazah laki-laki.
     

Tata Cara dan Bacaan Salat Jenazah Laki-laki

Salat jenazah dilakukan dengan berdiri tegak sebanyak empat kali takbir tanpa ruku maupun sujud. Berikut urutannya:
 

1. Niat

Lafalkan niat di dalam hati untuk jenazah laki-laki:

Usholli ‘ala hadzal mayyiti arba’a takbirotin fardho kifayatin imaman/makmuman lillahi ta’ala.

(Artinya: Saya berniat salat atas jenazah laki-laki ini empat kali takbir fardhu kifayah sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala).
 

2. Takbir Pertama (Membaca Al-Fatihah)

Setelah takbiratul ihram, letakkan tangan di atas pusar (sedekap) dan membaca Surah Al-Fatihah.
 

3. Takbir Kedua (Membaca Salawat)

Setelah takbir kedua, membaca salawat kepada Nabi Muhammad SAW:

Allahumma sholli ‘ala Muhammad. (Dianjurkan membaca Salawat Ibrahimiyah secara lengkap).
 
Baca Juga:
Tata Cara dan Ketentuan Niat Puasa Syawal 6 Hari
 

4. Takbir Ketiga (Membaca Doa untuk Jenazah)

Pada takbir ini, jemaah mendoakan ampunan bagi jenazah laki-laki:

Allahummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

(Artinya: Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia).

Versi Lengkap:

Allahummaghfir lahu warhamhu wa 'afihi wa'fu 'anhu. Wa akrim nuzulahu, wa wassi' madkhalahu, waghsilhu bil-ma'i wats-tsalji wal-baradi. Wa naqqihi minal-khathaya kama naqqaytats-tsawbal-abyadha minad-danas. Wa abdilhu daran khayran min darihi, wa ahlan khayran min ahliha, wa zawjan khayran min zawjihi. Wa adkhilhul-jannata, wa a'idzhu min 'adzabil-qabri wa 'adhabin-nar.
 

5. Takbir Keempat (Doa untuk Keluarga dan Jenazah)

Setelah takbir keempat, membaca doa:

Allahumma laa tahrimna ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlana walahu.

(Artinya: Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau fitnah kami setelah wafatnya, serta ampunilah kami dan dia).
 

6. Salam

Mengakhiri salat dengan mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri dalam posisi berdiri.

Salat jenazah bukan sekadar ritual, melainkan bentuk bantuan spiritual bagi almarhum. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Muslim bahwa jika seorang muslim disalatkan oleh jemaah yang ikhlas mendoakannya, maka doa mereka akan menjadi syafaat yang dikabulkan Allah SWT bagi jenazah tersebut.

"Tidaklah seorang muslim meninggal kemudian disalatkan oleh kaum muslimin berjumlah 100 orang, semuanya mendoakannya, melainkan doa mereka dikabulkan untuknya."

(Jessica Nur Faddilah)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)