Hari Terakhir Libur Lebaran, 20 Ribu Tiket Whoosh Diprediksi Ludes Terjual

Ilustrasi, penumpang Whoosh pada momen arus balik Lebaran. Foto: dok KCIC.

Hari Terakhir Libur Lebaran, 20 Ribu Tiket Whoosh Diprediksi Ludes Terjual

Husen Miftahudin • 29 March 2026 13:04

Jakarta: PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 12 ribu tiket kereta cepat Whoosh telah terjual hingga Minggu siang pada momentum tujuh hari setelah Idulfitri 1447 Hijriah atau H+7 Lebaran 2026.

Manager Corporate Communication KCIC Emir Monti mengatakan, jumlah tiket terjual itu diprediksi akan terus bertambah hingga mencapai 20 ribu penumpang pada malam hari.

"Untuk hari ini, tiket yang sudah terjual dari arah Bandung dan Jakarta, seluruhnya, total mencapai sekitar 12 ribu tiket. Jumlahnya masih akan terus bertambah seiring dengan penjualan yang masih akan terus berlangsung hingga keberangkatan terakhir pukul 21.23 WIB dari Stasiun Padalarang," ucap Emir dikutip dari Antara, Minggu, 29 Maret 2026.

Ia memprediksi akan terjadi peningkatan jumlah penumpang dari arah Bandung, Jawa Barat, menuju Jakarta pada hari ini karena momen libur Lebaran dan kebijakan bekerja dari mana saja (WFA) telah berakhir.
 

Baca juga: Penumpang Whoosh Naik 11,3% Selama Angkutan Lebaran 2026


(Penumpang kereta cepat Whoosh. Foto: dok KCIC)
 

Tingkatkan layanan dan fasilitas


Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KCIC menyiapkan berbagai fasilitas, termasuk peningkatan layanan di stasiun, di dalam kereta, hingga integrasi perjalanan melalui intermoda dalam rangka memastikan aksesibilitas.

Emir menjelaskan KCIC mengoptimalkan layanan intermoda di seluruh stasiun, termasuk koneksi dengan kereta feeder, transportasi daring, shuttle, dan moda lanjutan lainnya agar perjalanan penumpang lebih terintegrasi dari awal hingga akhir.

"Hal ini menjadi krusial, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi seperti Lebaran," tegas dia.

Di area stasiun, KCIC menyediakan ruang tunggu reguler dan naratama (VIP), mushala, pos kesehatan, hingga fasilitas untuk mendukung inklusivitas, seperti ruang ibu menyusui dan toilet disabilitas.

"Serta area tenant (gerai) untuk memenuhi kebutuhan penumpang selama menunggu keberangkatan. Selain itu, tersedia juga fasilitas pendukung seperti WiFi gratis dan water station (tempat isi ulang air minum)," tambah dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)