Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Kasus Super Flu, Warga Diminta Tetap Waspada

Ilustrasi. (medcom.id)

Pemkot Surabaya Pastikan Tak Ada Kasus Super Flu, Warga Diminta Tetap Waspada

Amaluddin • 7 January 2026 18:14

Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya memastikan hingga saat ini tidak ditemukan kasus super flu di wilayah Kota Pahlawan. Meski demikian, Pemkot memilih memperkuat kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat melalui peningkatan literasi kesehatan, pengetatan deteksi dini, serta kesiapsiagaan layanan kesehatan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, belum ada laporan resmi terkait temuan super flu di Surabaya. Namun, pihaknya tetap mewaspadai peningkatan mobilitas pascalibur Natal dan Tahun Baru, terutama bagi warga yang baru kembali dari luar negeri.

“Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada warga yang merayakan libur Nataru, baik di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri,” kata Eri, Rabu, 7 Januari 2026.


Ilustrasi. Medcom

Menurut Eri, prosedur skrining kesehatan di beberapa fasilitas layanan publik dan fasilitas kesehatan terus diperkuat. Pemeriksaan suhu tubuh serta pemantauan gejala pernapasan juga dilakukan sebagai langkah antisipasi. Namun, ia menekankan kesadaran warga menjadi faktor kunci.

“Kalau merasa demam, batuk, pilek, atau badan tidak enak, jangan ditahan. Segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menegaskan bahwa istilah “super flu” bukan istilah medis resmi. Istilah tersebut umumnya digunakan untuk menggambarkan influenza atau ISPA dengan gejala berat atau penyebaran cepat.

“Yang penting masyarakat tidak panik dan tidak mudah percaya informasi yang tidak jelas sumbernya. Semua informasi kesehatan sebaiknya diakses melalui kanal resmi pemerintah,” kata Nanik.

Saat ini Dinas Kesehatan Surabaya memperkuat surveilans influenza dan ISPA di seluruh fasilitas kesehatan, meningkatkan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit, menerapkan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta menggencarkan edukasi kesehatan bagi balita, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Setiap kasus pernapasan dicatat dan dianalisis harian untuk memantau tren wilayah.

"Apabila ditemukan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam untuk pemeriksaan lanjutan," ujar Nanik.

Seluruh puskesmas di Surabaya juga disiagakan. Koordinasi lintas sektor diperkuat dengan rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, hingga Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Nanik mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala seperti demam mendadak, batuk dan pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, serta tubuh terasa lemas.

"Kalau gejala berat atau tidak membaik, segera periksakan diri. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, jaga daya tahan tubuh, serta etika batuk dan bersin,” katanya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan RI melaporkan keberadaan kasus influenza A(H3N2) subclade K di delapan provinsi hingga akhir Desember 2025. Kondisi tersebut dinyatakan masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibanding subclade lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)