Sekolah dan Pesantren Sementara Dorong Pemulihan Pendidikan di Pidie Jaya

Tenda posko yang difungsikan sebagai sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak di Pidie Jaya. Foto: Dok istimewa

Sekolah dan Pesantren Sementara Dorong Pemulihan Pendidikan di Pidie Jaya

Eko Nordiansyah • 6 January 2026 13:55

Pidie Jaya: Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mendirikan dua tenda posko yang difungsikan sebagai sekolah dan pesantren sementara bagi anak-anak terdampak bencana alam di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Inisiatif melalui program Pertamina Peduli ini untuk memastikan keberlangsungan kegiatan pendidikan di tengah kondisi darurat pascabencana.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Fahrougi Andriani Sumampouw menyampaikan, pendirian posko sekolah dan pesantren sementara ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pemulihan sosial masyarakat pascabencana, khususnya di sektor pendidikan.

“Kami memahami bahwa pendidikan anak-anak tidak boleh terhenti, meskipun berada dalam kondisi darurat akibat bencana. Melalui Posko Pertamina Peduli ini, kami ingin memastikan anak-anak di Pidie Jaya tetap dapat belajar dengan aman dan nyaman, sekaligus menjaga semangat mereka untuk terus bersekolah,” ujar Fahrougi dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 6 Januari 2026.

Posko sekolah dan pesantren sementara tersebut berlokasi di Posko Pertamina Peduli, kompleks Masjid At-Taqwa, Kota Meureudu, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Pemilihan lokasi sekolah dan pesantren sementara didasarkan pada kemudahan dan keamanan akses, serta suasana yang mendukung keberlangsungan proses belajar mengajar bagi anak-anak usia sekolah yang terdampak bencana.

Kegiatan belajar mengajar perdana dilaksanakan pada Senin, 5 Januari 2026, bertepatan dengan hari pertama anak-anak kembali masuk sekolah setelah masa libur. Posko ini diharapkan menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak di tengah proses pemulihan pascabencana.

“Pembelajaran dilaksanakan secara terstruktur, dimulai dengan mata pelajaran sekolah pada pagi hari dan dilanjutkan dengan pendidikan Diniyah pada siang hari, guna memastikan pendidikan formal dan keagamaan tetap berjalan seimbang di tengah keterbatasan,” ungkapnya.
 



(P
emulihan sosial masyarakat pascabencana, khususnya di sektor pendidikan. Foto: Dok istimewa)

Sebanyak 200 peserta ikut terlibat

Posko sekolah dan pesantren sementara ini dimanfaatkan oleh sekitar 200 peserta didik, yang terdiri dari 50 siswa jenjang TK dan SD serta 150 santri pendidikan Diniyah. Anak-anak mengikuti kegiatan belajar dengan antusias, didampingi oleh para guru, pengajar, serta relawan Pertamina yang turut berkomitmen mendukung keberlangsungan proses pendidikan bagi anak-anak terdampak bencana.

Melalui inisiatif ini, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menekankan bahwa kehadiran Posko Pertamina Peduli ditujukan untuk membantu membangkitkan semangat dan harapan baru bagi anak-anak yang terdampak bencana.

“Pertamina Patra Niaga berupaya mendukung keberlangsungan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan. Kami berharap fasilitas ini dapat membantu menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman, sehingga anak-anak tetap memiliki semangat untuk belajar di tengah proses pemulihan pascabencana,” ujar Roberth.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait untuk mendukung pemulihan di wilayah terdampak, serta memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)