Ilustrasi notaris. Foto: gardens.id
Berapa Gaji Notaris di Indonesia? Ini Kisaran dan Tanggung Jawabnya
Husen Miftahudin • 11 January 2026 14:30
Jakarta: Ketika mengurus perjanjian jual beli hingga urusan warisan, Anda akan berhadapan dengan seorang notaris. Profesi ini memegang peran krusial dalam menjamin keabsahan serta kepastian hukum berbagai dokumen, sehingga biasanya penghasilan yang diterima sebanding dengan tanggung jawab besar yang melekat pada profesinya.
Mengenal profesi notaris
Merangkum dari laman Cakrawala University, notaris merupakan pejabat umum yang berwenang dalam pembuatan akta otentik sebagai bukti sah dalam berbagai perjanjian dan urusan hukum. Perannya cukup krusial terutama dalam memberikan layanan hukum di bidang perdata secara independen.
Profesi ini telah diatur oleh Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2004 yang telah diperbarui melalui UU Nomor 2 Tahun 2014. Berdasarkan peraturan tersebut dapat dipahami bahwa notaris berperan sebagai pejabat umum yang menjadi penjaga gerbang legalitas segala hal, dilansir dari Deals.
Tugas dan tanggung jawab notaris
Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, seorang notaris harus bersikap netral dan dapat dipercaya terutama dalam memastikan dokumen dibuat secara sah. Berikut merupakan tugas dan tanggung jawab seorang notaris, dilansir dari Cakrawala University:
- Membuat akta otentik: Notaris berwenang menyusun akta yang berkaitan dengan perbuatan hukum, perjanjian, atau penetapan agar memiliki kekuatan hukum sah.
- Mengesahkan tanda tangan dan tanggal dokumen: Notaris dapat mengesahkan tanda tangan serta memastikan kepastian tanggal pada dokumen di bawah tangan melalui proses waarmerking.
- Menerbitkan grosse, salinan, dan kutipan akta: Notaris memberikan dokumen resmi berupa salinan atau kutipan akta kepada pihak yang berhak.
- Menyimpan minuta akta dan arsip hukum: Notaris wajib menjaga dan menyimpan naskah asli akta serta dokumen pendukung sebagai bagian dari protokol notaris.
- Memberikan penjelasan terkait isi akta: Notaris dapat menjelaskan maksud dan konsekuensi hukum dari akta kepada para pihak yang berkepentingan.
- Melegalisasi fotokopi dokumen: Notaris berwenang mengesahkan salinan dokumen agar diakui keabsahannya secara hukum.
- Melaksanakan lelang dan membuat akta lelang: Dalam kondisi tertentu, notaris dapat ditunjuk untuk memimpin lelang dan menyusun akta sebagai bukti sah.
- Memberikan penyuluhan hukum: Notaris juga berperan memberikan edukasi hukum kepada masyarakat terkait pembuatan akta dan persoalan hukum perdata.
Seorang notaris dapat mengurus berbagai jenis dokumen, di antaranya akta pendirian perusahaan, akta jual beli, akta perjanjian, akta waris, surat kuasa, akta hibah, akta perubahan anggaran dasar, akta pemberian hak tanggungan, akta pemisahan atau penggabungan usaha, serta akta pernyataan keputusan rapat.
| Bac ajuga: Berapa Gaji Guru Honorer? Ini Daftar Lengkapnya |

(Ilustrasi notaris. Foto: unair.ac.id)
Syarat menjadi notaris
Untuk dapat menjadi notaris, terdapat beberapa kriteria dan persyaratan yang harus dipenuhi mengacu pada UU Nomor 2 Tahun 2014, di antaranya sebagai berikut:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
- Berusia minimal 27 tahun saat proses pengangkatan.
- Sehat jasmani dan rohani (dibuktikan dengan surat dokter).
- Telah menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum (S1) dan Magister Kenotariatan (S2).
- Pernah magang atau bekerja di kantor notaris minimal dua tahun setelah lulus S2 Kenotariatan.
- Tidak merangkap jabatan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), pejabat negara, advokat, atau profesi lain yang dilarang.
- Tidak memiliki riwayat pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara atau lebih.
Tahapan menjadi notaris
Mengutip dari Dealls, berikut rincian tahapan untuk menjadi seorang notaris:
- Menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Hukum dan S2 Kenotariatan untuk membekali diri dengan kompetensi profesi notaris.
- Telah menyelesaikan praktik magang di kantor notaris selama dua tahun.
- Mengurus administrasi dan pengajuan pengangkatan sebagai notaris melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dan Majelis Pengawas Daerah (MPD).
- Mengikuti wawancara MPD untuk menguji kelayakan dan integritas.
- Apabila lolos, maka pendaftar akan secara resmi diangkat sebagai notaris melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum (Menkum) dan HAM.
- Menyatakan sumpah jabatan di hadapan majelis pengawas.
- Mengurus cap dan protokol notaris sebagai alat dan arsip kerja.
- Membuka kantor notaris sesuai wilayah kerja dan memulai pelayanan hukum kepada masyarakat.
Kisaran gaji notaris
Penghasilan notaris tidak berupa gaji bulanan tetap seperti karyawan pada umumnya, melainkan berasal dari honorarium atas jasa pembuatan akta. Besaran honorarium ini ditentukan berdasarkan nilai ekonomi objek dalam akta dan diatur oleh ketentuan perundang-undangan, sehingga besarannya dapat berbeda pada setiap transaksi.
Apabila Anda tertarik menjadi seorang notaris, berikut kisaran gaji berdasarkan nilai objek akta dilansir dari Cakrawala University:
- Nilai di bawah Rp100 juta: maksimal 2,5 persen dari nilai transaksi.
- Nilai Rp100 juta–Rp1 miliar: maksimal 1,5 persen dari nilai transaksi.
- Nilai di atas Rp1 miliar: maksimal 1 persen atau sesuai kesepakatan para pihak.
Sehingga seorang notaris pemula dapat menghasilkan gaji sebesar Rp10–Rp20 juta per bulan. Sedangkan notaris senior dapat menghasilkan upah hingga ratusan juta per bulan.
Dengan peran dan tanggung jawab hukum yang besar, penghasilan notaris ditentukan oleh jenis serta nilai akta yang ditangani, bukan dari gaji tetap bulanan. Oleh karena itu, besaran honorarium notaris dapat berbeda-beda menyesuaikan dengan kompleksitas pekerjaan dan ketentuan hukum yang berlaku. (Alfiah Ziha Rahmatul Laili)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com