Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah

Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres

Presiden Prabowo Siapkan Inpres Penyelamatan Gajah

Kautsar Widya Prabowo • 12 March 2026 17:26

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menyiapkan Instruksi Presiden (Inpres) terkait penyelamatan populasi dan habitat gajah di Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperkuat upaya konservasi satwa dilindungi.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Inpres tersebut akan fokus pada penyelamatan populasi serta habitat gajah Sumatra dan gajah Kalimantan. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan Keputusan Presiden (Kepres) untuk membentuk satuan tugas inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional.

“Bapak Presiden sedang menyiapkan satu Inpres dan satu Kepres. Inpres pertama adalah Inpres tentang penyelamatan populasi dan habitat gajah Sumatra dan gajah Borneo. Yang kedua, satgas inovasi pembiayaan pengelolaan taman nasional kita,” ujar Raja Juli Antoni usai rapat terbatas bersama Presiden di Istana Kepresidenan, Kamis, 12 Maret 2026.
 


Menurut Raja Juli, berbagai kalangan aktivis konservasi internasional maupun dalam negeri mengapresiasi langkah Presiden Prabowo. Bahkan, mereka menilai Prabowo sebagai presiden yang paling peduli terhadap konservasi satwa dan pengelolaan taman nasional di Indonesia.

Ia menjelaskan, berdasarkan data ilmiah sebelumnya terdapat 42 kantong habitat gajah di Indonesia. Namun, setelah dilakukan pengecekan terbaru, jumlah tersebut kini tinggal 21 kantong saja.

“Kalau tidak ada intervensi serius dari pemerintah, kerusakan kantong-kantong gajah ini menjadi keniscayaan. Akibatnya, populasi gajah sebagai satwa dilindungi dan spesies ikonik Indonesia bisa terancam punah,” jelasnya.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Antara

Melalui Inpres tersebut, Presiden Prabowo akan menginstruksikan sejumlah kementerian terkait untuk membantu Kementerian Kehutanan dalam menyelamatkan populasi gajah. Salah satu langkahnya adalah pembentukan area perlindungan di sejumlah kawasan perkebunan, termasuk di lahan hak guna usaha (HGU) di Sumatra, untuk menciptakan koridor pergerakan gajah antarhabitat.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun koridor di dalam kantong habitat yang sudah terfragmentasi agar ruang jelajah gajah lebih luas. Langkah ini juga penting untuk mencegah terjadinya perkawinan sedarah (inbreeding) yang dapat mengancam keberlangsungan populasi.

Raja Juli menambahkan komitmen Presiden Prabowo terhadap konservasi juga terlihat dari keputusan menyerahkan sebagian area konsesi PBPH miliknya untuk perlindungan habitat gajah di Sumatra.

Ia mengungkapkan, awalnya Raja Inggris Charles III hanya meminta dukungan lahan sekitar 10.000 hektare untuk konservasi. Namun, Presiden Prabowo kemudian memperluasnya menjadi sekitar 90.000 hektare yang diperuntukkan bagi perlindungan habitat gajah.

“Ini menunjukkan tindakan konkret Presiden dalam menyelamatkan satwa kita. Karena itu banyak aktivis konservasi menilai beliau sangat peduli terhadap konservasi satwa di Indonesia, khususnya gajah,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)