WNI Ungkap Serangan di Iran Dekat KBRI Tehran

Salah seorang pelajar Indonesia, Ahmad Hukam yang baru tiba dari Iran. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah

WNI Ungkap Serangan di Iran Dekat KBRI Tehran

Athiyya Nurul Firjatillah • 10 March 2026 22:57

Jakarta: Serangan dilaporkan sempat terjadi di dekat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran. Serangan itu disaksikan langsung warga negara Indonesia (WNI) saat mulai dikumpulkan untuk proses evakuasi dari Iran.

Salah seorang pelajar Indonesia, Ahmad Hukam memperkirakan jarak serangan tersebut hanya sekitar satu kilometer dari kantor perwakilan RI. Hal itu disampaikannya saat proses evakuasi pemulangan WNI dari Iran di area kedatangan internasional Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa, 10 Maret 2026.

“Jadi dari awal itu kami kumpul sudah ada serangan di dekat KBRI, mungkin 1 kilometer atau berapa kilometer. Dan semua itu berjalan dengan lancar dan alhamdulillah sampai hari ini kita bertemu kembali, seperti itu,” kata Hukam saat ditemui usai tiba di Bandara Soetta, Selasa, 10 Maret 2026.

Hukam mengatakan situasi keamanan di Tehran masih dinamis, karena serangan terus terjadi di sejumlah wilayah. “Serangan-serangan terus berlanjut seperti itu,” ujar Hukam.

Meski demikian, proses evakuasi terhadap WNI tetap berjalan hingga mereka dapat kembali ke Indonesia dengan selamat. Hukam menyebut pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Teheran juga membuka kesempatan bagi WNI yang ingin kembali ke Tanah Air.

“Ada ajakan. Betul memang statementnya Pak Menlu itu memang benar. Kalau memang WNI di Iran ingin pulang silahkan KBRI akan memfasilitasi dan akan menjamin keamanan dan perjalanan dari meeting point di KBRI Tehran hingga tiba di tanah air,” ungkap Hukam.

Menteri Luar Negeri Sugiono menyambut kedaangan WNI dari Iran. Foto: Metro TV/Athiyya Nurul Firjatillah

Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyatakan pemerintah terus membuka kesempatan bagi WNI di Iran yang ingin direpatriasi. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan situasi keamanan di kawasan tersebut.

Sebanyak 22 WNI telah tiba di tanah air pada proses evakuasi tahap pertama hari ini. Menteri Luar Negeri Sugiono menyebut, masih terdapat 10 WNI yang akan tiba pada esok hari, Rabu 11 Maret 2026 sebagai rangkaian proses repatriasi. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Siti Yona Hukmana)