Disambut Gubernur Jateng, Kepulangan Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Solo Penuh Haru

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut kepulangan jemaah haji kloter 1 Embarkasi Solo, Selasa, 2 Juni 2026. (Istimewa)

Disambut Gubernur Jateng, Kepulangan Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Solo Penuh Haru

Lukman Diah Sari • 3 June 2026 12:58

Boyolali: Suasana haru menyelimuti Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, saat rombongan Jemaah Haji Kloter 1 Embarkasi Solo (SOC 1) tiba pada Selasa malam, 2 Juni 2026. Para tamu Allah itu tiba sekitar pukul 22.15 WIB setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci menuju Tanah Air.

Tangis bahagia, pelukan keluarga, hingga sujud syukur mewarnai kedatangan para jemaah yang baru menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah, Madinah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Di antara rombongan yang tiba, tampak pasangan Imam Subekhi dan Hamidah asal Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal. Begitu menginjakkan kaki di Tanah Air, keduanya langsung bersujud syukur sebagai ungkapan rasa terima kasih karena dapat menunaikan ibadah haji dan kembali dalam keadaan sehat.



Kepulangan jemaah haji kloter 1 embarkasi Solo, 2 Juni 2026. (Istimewa)

Rasa lega dan bahagia terpancar dari wajah para jemaah setelah berminggu-minggu menjalani ibadah di Tanah Suci. Momen kepulangan itu menjadi saat yang dinantikan untuk kembali berkumpul bersama keluarga.

“Alhamdulillah perjalanan lancar, hari ini sudah sampai tanah air. Terima kasih pemerintah dan semuanya yang telah melayani kami dengan baik. Selama di sana terlayani dengan baik sampai di Arafah, baik makanan maupun tenda atau pondok,” ujar Subekhi.

Kloter pertama yang tiba di Donohudan membawa 360 orang yang terdiri atas 358 jemaah dan petugas haji asal Kabupaten Tegal serta dua warga asal Kota Surakarta. Setelah mengikuti prosesi penyambutan, jemaah diberangkatkan menuju daerah asal menggunakan armada yang telah disiapkan.

Penantian 14 Tahun Kini Terwujud

Bagi sebagian jemaah, perjalanan haji tahun ini merupakan penantian panjang yang akhirnya menjadi kenyataan. Salah satunya Diah Karlita, warga Desa Kendalserut, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal.

Diah mengaku bersyukur dapat menunaikan rukun Islam kelima bersama suaminya, Ali Yusni, setelah menunggu selama 14 tahun.

“Bersyukur akhirnya dapat panggilan bisa melaksanakan haji, semoga ibadah diterima oleh Allah SWT. Pelayanan sejak berangkat, di tanah suci, sampai pulang baik dan tidak ada kendala,” tuturnya.

Gubernur Jateng Sambut Kepulangan Jemaah

Kedatangan jemaah haji disambut langsung Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Darodji, serta Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo Fitriyanto.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus doa agar seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur. Menurutnya, para jemaah haji yang kembali ke tengah masyarakat memiliki peran penting sebagai teladan dalam kehidupan sosial. Kemabruran tidak hanya tercermin dalam ibadah personal, tetapi juga dalam perilaku sehari-hari yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Sangat terharu sekali. Ini aset bagi kita untuk mengubah perilaku sebagai haji yang mabrur, baik bagi dirinya, keluarga, maupun masyarakat sekitar,” kata Luthfi.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut kepulangan jemaah haji kloter 1 Embarkasi Solo, Selasa, 2 Juni 2026. (Istimewa)

Ia menambahkan kualitas pelayanan penyelenggaraan ibadah haji terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berbagai aspek pelayanan, mulai dari petugas haji, imigrasi, hingga dukungan pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah.

“Evaluasi tentu akan terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik dan semakin prima,” ujarnya.

Embarkasi Solo Berangkatkan 29.039 Jemaah Haji

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan pada musim haji 2026 Embarkasi Solo memberangkatkan 29.039 jemaah, dari total 29.116 calon jemaah yang masuk ke Asrama Haji Donohudan. Sementara itu, sebanyak 77 calon jemaah belum dapat diberangkatkan karena alasan kesehatan.

Fitriyanto juga menyampaikan hingga kepulangan kloter pertama, tercatat 27 jemaah asal Embarkasi Solo meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Meski demikian, suasana syukur tetap menjadi nuansa yang paling terasa pada malam itu. Di tengah deretan koper, pelukan keluarga, dan wajah-wajah lelah yang dipenuhi kebahagiaan, kepulangan Kloter 1 Embarkasi Solo menjadi penanda berakhirnya perjalanan spiritual para jemaah.

Mereka kini kembali ke tengah masyarakat dengan harapan dapat mempertahankan nilai-nilai ibadah yang diperoleh selama di Tanah Suci dan menyandang predikat haji yang mabrur.

(Lukman Diah Sari)