Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari. Foto: Bakom RI.
Pertumbuhan Ekonomi Kuat, Pemerintah Pastikan Kebijakan Sudah Tepat
Fachri Audhia Hafiez • 10 August 2026 19:33
Jakarta: Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan berdaya tahan kuat. Meskipun harus menghadapi tekanan ketidakpastian geopolitik serta dinamika perdagangan internasional sepanjang awal tahun.
"Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,29 persen secara tahunan pada triwulan ke-2 2026, meningkat dari 5,12 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut, alhamdulillah, mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester 1 2026 menjadi 5,45 persen, sekaligus menjadi pertumbuhan semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir," kata Qodari dalam keterangan video, Senin, 10 Agustus 2026.
Qodari menjelaskan, capaian positif ini ditopang oleh seluruh komponen pembentuk pertumbuhan ekonomi yang mencatatkan kinerja solid sepanjang triwulan II-2026.
Sektor konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,06 persen secara tahunan, menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga dengan baik. Sementara itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 6,87 persen, membuktikan bahwa daya tarik investasi Indonesia tetap kuat di mata investor global.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Bagi pemerintah, tren positif ini menunjukkan keberhasilan instrumen kebijakan dalam mengendalikan inflasi, memperkuat pasar domestik, serta mempertahankan daya beli publik melalui intervensi yang terukur.
"Capaian tersebut mencerminkan bahwa berbagai kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong investasi, memperkuat konsumsi domestik, serta menjaga iklim usaha berada pada jalur yang tepat. Sebagai contoh, dari sisi daya beli, pemerintah tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak bersubsidi, meski harga energi global terus merangkak naik," ucap Qodari.