PBB Sebut Operasi Militer Israel di Gaza Terus Bahayakan Warga Sipil

PBB memperingatkan operasi militer Israel di Gaza terus membahayakan warga sipil. (Anadolu Agency)

PBB Sebut Operasi Militer Israel di Gaza Terus Bahayakan Warga Sipil

Willy Haryono • 11 August 2026 14:38

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin memperingatkan bahwa operasi militer Israel di seluruh Jalur Gaza terus membahayakan warga sipil Palestina dan memperparah kebutuhan kemanusiaan.

Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Farhan Haq mengatakan United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) mencatat sejumlah insiden sejak Jumat yang dilaporkan mengakibatkan korban di kalangan warga sipil.

"OCHA memperingatkan bahwa operasi militer di seluruh Gaza terus menempatkan warga Palestina dalam bahaya dan meningkatkan kebutuhan kemanusiaan," kata Haq kepada wartawan, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ia menegaskan kembali bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus dilindungi sesuai hukum humaniter internasional.

Haq juga menyampaikan bahwa tim kemanusiaan yang menangani ancaman bahan peledak di Gaza telah mengidentifikasi dan menandai lebih dari 1.000 amunisi dan bahan peledak yang belum meledak sejak konflik pecah pada Oktober 2023.

Menurutnya, upaya tersebut membantu proses pembersihan puing-puing, membuka akses menuju infrastruktur penting, serta memulihkan layanan air bersih dan sanitasi.

Meski demikian, mitra kemanusiaan PBB menilai masih diperlukan lebih banyak pasokan penting dan peralatan khusus agar layanan penyelamatan jiwa dapat diperluas serta mengurangi risiko yang dihadapi warga sipil, termasuk anak-anak, maupun para pekerja kemanusiaan.

Di Gaza, kesepakatan gencatan senjata sebelumnya telah dicapai untuk menghentikan perang yang menurut otoritas kesehatan setempat telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang sejak Oktober 2023.

Konflik tersebut juga menyebabkan kerusakan luas terhadap sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi wilayah itu mencapai sekitar USD70 miliar.

Baca juga:  Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Trump untuk Gaza, Bersikeras Tak Mau Tarik Pasukan

(Willy Haryono)