Ilustrasi- Alat berat bantu buka akses jalan. Foto: dok. Medcom.
Pemulihan Infrastruktur Pascagempa NTT, Kementerian PU Terjunkan Alat Berat
Despian Nurhidayat • 21 August 2026 05:42
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerjunkan tim dan alat berat ke lokasi terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini untuk mempercepat proses pemulihan infrastruktur pascagempa.
"Kehadiran negara harus dapat dirasakan melalui jalan yang kembali terbuka, air bersih yang sampai ke pengungsian, rumah sakit yang dipastikan aman, serta infrastruktur dasar yang segera berfungsi kembali," ujar Staf Khusus Menteri PU Jemmy Setiawan, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 21 Agustus 2026.
Melalui pengerahan puluhan alat berat oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, sebanyak sembilan ruas jalan nasional terdampak kini telah berhasil difungsikan kembali. Termasuk di antaranya penyelesaian 40 titik longsoran utama. Langkah ini untuk membuka akses jalan sebagai jalur bantuan logistik.
"Jalan adalah urat nadi penanganan bencana. Ketika jalan terputus, bantuan ikut terhambat. Ketika akses kembali terbuka, harapan dapat bergerak menuju desa-desa terdampak," kata Jemmy.
Dia menambahkan, Kementerian PU juga memobilisasi tim teknis untuk memverifikasi keandalan struktur bangunan publik, seperti rumah sakit, sekolah, dan gedung pemerintah sebelum kembali digunakan. Pemeriksaan awal dimulai dari fasilitas vital di Labuan Bajo, termasuk Rumah Sakit Komodo, sebelum diperluas ke wilayah Ruteng dan Nagekeo.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meninjau wilayah terdampak gempa di NTT. Foto: dok. Kementerian PU.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pemantauan ketat terus dilakukan terhadap stabilitas bendungan dan perbaikan jaringan irigasi yang tertutup longsor, seperti pada daerah Irigasi Wae Laku di Manggarai Timur. Hal ini untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat pascabencana.
Pemerintah berkomitmen agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Flores tidak sekadar mengembalikan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menerapkan standar ketahanan gempa yang lebih tinggi.
"Infrastruktur adalah jalan bagi negara untuk hadir, melindungi, dan memastikan bahwa masyarakat tidak berjalan sendirian menghadapi bencana," kata Jemmy.