Polri Evakuasi Lansia dan Ibu Hamil Korban Gempa NTT lewat Jalur Udara

Polri mengevakuasi dua korban gempa yang membutuhkan penanganan medis segera lewat jalur udara di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri

Polri Evakuasi Lansia dan Ibu Hamil Korban Gempa NTT lewat Jalur Udara

Achmad Zulfikar Fazli • 21 August 2026 00:53

Jakarta: Polri mengevakuasi seorang lansia korban reruntuhan dan seorang ibu hamil di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang membutuhkan penanganan medis segera lewat jalur udara. Proses evakuasi dilakukan sebagai respons cepat Polri bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak gempa yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapatkan penanganan.

"Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dia menjelaskan dua warga yang dievakuasi, yakni Maria Noni, 71, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah dan Maria Angela Ngei, 30, yang sedang hamil dan dalam kondisi siap bersalin.

Maria Noni membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat patah tulang paha yang dialaminya. Sementara itu, Maria Angela Ngei dievakuasi karena sudah siap bersalin, sehingga membutuhkan pemantauan dan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Proses evakuasi dimulai di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere, sekitar pukul 10.28 WITA. Dua armada udara yang dikerahkan adalah helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan helikopter PK-CAY BEII429.

Jajaran Polres Sikka turut terlibat dalam proses evakuasi untuk memastikan seluruh tahapan pemindahan korban berjalan aman sekaligus memberikan pendampingan selama proses menuju armada udara. Rangkaian proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dan berlangsung aman, lancar, serta kondusif.


Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere, NTT. Foto- Dok. ANTARA

Trunoyudo menegaskan keterlibatan Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan optimal.

"Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan," ujar Trunoyudo.

Dia juga menekankan keselamatan masyarakat menjadi prioritas bagi Polri dan seluruh unsur terkait.

"Polri terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan," kata Trunoyudo.

(Achmad Zulfikar Fazli)