Aktivitas erupsi Gunung Dukono terekam kamera pengawas. (Sumber: PVMBG)
BMKG Deteksi Abu Vulkanik Gunung Ibu dan Dukono ke Arah Tenggara
Lukman Diah Sari • 20 September 2026 12:35
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi adanya sebaran debu vulkanik dari aktivitas Gunung Ibu dan Gunung Dukono di Maluku Utara, Minggu, 20 September 2026, per pukul 07.00 WIB. Masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi bahaya abu vulkanik terhadap kesehatan dan operasional transportasi.
"Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 yang direkam pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 19.00 WIB, debu vulkanik dari Gunung Ibu teramati bergerak menuju arah tenggara," ujar BMKG dalam akun media sosial resmi, Minggu, 20 September 2026.

(Sumber: BMKG)
Sementara itu, sebaran abu dari Gunung Dukono terpantau mengarah ke tenggara hingga selatan. Di sisi lain, sebaran debu vulkanik dari Gunung Lewotolo dan Gunung Semeru saat ini tidak terdeteksi.
Secara umum, prakiraan cuaca di sekitar area gunung api yang dipantau berada dalam kondisi cerah berawan hingga berawan. Meski demikian, BMKG mengingatkan tingginya risiko paparan abu vulkanik jika terjadi peningkatan aktivitas erupsi.
Dampak abu vulkanik
-
Dampak Kesehatan: Paparan debu dapat memicu iritasi pada mata dan kulit, menyebabkan batuk, serta menimbulkan gangguan pernapasan. Kondisi ini sangat berbahaya dan dapat memperburuk keadaan masyarakat yang telah memiliki riwayat penyakit pernapasan bawaan.
-
Dampak Transportasi: Tumpukan abu vulkanik berisiko mengurangi jarak pandang secara drastis dan membuat permukaan jalan menjadi licin, sehingga mengancam kenyamanan dan keselamatan berkendara. Selain itu, partikel abu dapat mengganggu fungsi mesin, merusak peralatan navigasi, hingga memicu penundaan, pengalihan rute, dan penghentian sementara operasional transportasi darat, laut, maupun udara.