Bangunan Bekas Serangan Israel Roboh, 20 Warga Palestina Tewas Tertimbun

Bangunan bekas serangan Israel roboh di Gaza dan menimpa warga Palestina. Foto: Anadolu

Bangunan Bekas Serangan Israel Roboh, 20 Warga Palestina Tewas Tertimbun

Muhammad Reyhansyah • 16 September 2026 18:11

Gaza: Sedikitnya 20 warga Palestina, termasuk lima anak-anak, tewas setelah sebuah bangunan tempat tinggal tujuh lantai yang rusak akibat diserang Israel roboh di Kota Gaza, Rabu, 16 September 2026.

Sebanyak 14 orang lainnya terluka, sementara puluhan warga dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan.

Badan Pertahanan Sipil Palestina mengatakan bangunan tersebut runtuh pada Rabu dini hari. Tim penyelamat masih melakukan pencarian korban dan berupaya mengevakuasi warga yang tertimbun.

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza Mahmoud Basal mengatakan hampir 100 warga Palestina masih berada di bawah reruntuhan bangunan.

"Tim pertahanan sipil masih bekerja untuk mengevakuasi para korban tewas dari bawah reruntuhan dan mencari orang-orang yang hilang. Hingga kini, hampir 100 warga Palestina masih berada di bawah reruntuhan bangunan ini," kata Basal, dikutip dari laporan Al Jazeera.

Rekaman yang diverifikasi Al Jazeera memperlihatkan tim penyelamat menarik anak-anak dari reruntuhan dengan bantuan warga setempat yang menggali menggunakan tangan. Sejumlah korban selamat, termasuk anak-anak, terlihat berhasil keluar dari bangunan sebelum dibawa menggunakan ambulans.

Basal mengatakan proses evakuasi berlangsung sangat sulit karena tim penyelamat kekurangan peralatan yang memadai. Kondisi tersebut membuat petugas harus mengandalkan tenaga manual untuk menjangkau warga yang masih tertimbun.

Media lokal melaporkan bangunan tersebut sebelumnya telah terkena serangan udara Israel yang menyebabkan retakan dan membuat struktur bangunan tidak stabil.

Ribuan bangunan di Gaza mengalami kerusakan atau hancur akibat perang. Banyak warga Palestina terpaksa tetap tinggal di bangunan yang rusak karena tidak memiliki tempat tinggal alternatif yang aman.

Selain keterbatasan alat berat, pembatasan masuknya material konstruksi dan peralatan penyelamatan juga memperlambat upaya evakuasi warga dari bangunan runtuh.

(Fajar Nugraha)