Salah satu Huntara siap huni telah dibangun di Kampung Bugis, Kelurahan Kota Ndora, Jumat (17/9). (Foto: MI/Marianus Marselus)
BNPB Mulai Bangun 2.029 Huntara untuk Penyintas Gempa di Manggarai Timur
Media Indonesia • 18 September 2026 19:09
Manggarai Timur: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, mulai membangun hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akibat gempa.
Sebanyak 2.029 unit huntara disiapkan untuk warga terdampak di Kabupaten Manggarai Timur. Pembangunan tahap pertama dipusatkan di Kecamatan Borong dan ditandai dengan penyerahan satu unit huntara kepada keluarga korban gempa di Kampung Bugis, Kelurahan Kota Ndora, pada 17 September 2026.
Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, dr. Riswandi, mengatakan pembangunan huntara merupakan hasil kolaborasi BNPB dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga yang terdampak bencana.
“Hunian sementara ini dibuat agar masyarakat terhindar dari debu, panas, dan dingin, serta meringankan beban akibat gempa,” ujar Riswandi, Jumat, 18 September 2026.
Riswandi menjelaskan huntara diprioritaskan bagi warga yang tempat tinggalnya mengalami kerusakan berat akibat gempa. Pemerintah menyiapkan ribuan unit untuk memenuhi kebutuhan hunian sementara masyarakat terdampak.
“Untuk sementara, di Manggarai Timur ada 2.029 hunian yang akan dibangun,” katanya.
Pembangunan tahap awal dilakukan di Kecamatan Borong. Pelaksanaan selanjutnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan warga dengan rumah rusak berat di wilayah terdampak lainnya sesuai penanganan pascabencana.
Bantuan untuk Rumah Rusak Ringan dan Sedang
Selain menyediakan huntara, pemerintah memberikan bantuan bagi warga berdasarkan tingkat kerusakan rumah akibat gempa.
Pemilik rumah dengan kategori kerusakan ringan akan memperoleh bantuan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, warga dengan rumah rusak sedang mendapatkan bantuan senilai Rp30 juta.
Untuk warga dengan rumah yang mengalami kerusakan berat, pembangunan huntara menjadi penanganan sementara sebelum pemerintah melanjutkan pembangunan hunian tetap.
Program tersebut menjadi bagian dari tahapan penanganan pascabencana agar warga yang kehilangan atau tidak dapat menempati rumahnya tetap memiliki tempat tinggal selama proses pemulihan berlangsung.
Wakil Bupati Manggarai Timur Tarsisius Sjukur mengatakan pembangunan huntara merupakan dukungan pemerintah pusat melalui BNPB bagi masyarakat yang terdampak gempa.

Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.
“Semoga keluarga bisa menempati rumah dengan aman dan nyaman,” ujar Tarsisius.
Selain menyerahkan unit huntara, BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur turut memberikan perabotan rumah tangga kepada keluarga penerima.
Huntara yang dibangun memiliki ukuran 4 × 6 meter. Struktur bangunan menggunakan rangka baja ringan dengan dinding kalsiboard.
Hunian tersebut juga dilengkapi fasilitas dasar berupa kamar mandi, toilet, dan instalasi listrik sehingga dapat digunakan warga selama menunggu pembangunan hunian tetap.
Pembangunan ribuan huntara tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan pascabencana gempa di Kabupaten Manggarai Timur. Hunian sementara disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal warga dengan rumah rusak berat hingga pembangunan hunian tetap dapat dilaksanakan. (Marianus Marselus)