Relawan Pusat Krisis Kementerian Kesehatan memeriksa kesehatan warga di Puskesmas Warsawe, Manggarai Barat, NTT, Senin (14/9/2026). ANTARA FOTO/Gecio Viana/app/tom.
BNPB: Pengungsi Gempa NTT Turun, Tersisa 46.461 Jiwa
Lukman Diah Sari • 15 September 2026 17:13
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya penurunan signifikan jumlah warga terdampak gempa bumi M 7,7 yang mengungsi. Sebelumnya lebih dari 150 ribu jiwa, kini menjadi 46.461 jiwa.
"Saat ini pengungsi itu sudah jauh turun, yang kemarin-kemarin sampai 150 ribu lebih, sekarang hanya 46.461 jiwa," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa, 15 September 2026, melansir Antara.
"Sedangkan total rumah rusak yang sedang kami data kembali adalah 103.427 unit. Dan ini tentu ada rusak berat, rusak sedang maupun rusak ringan," ujarnya.
Untuk memastikan bantuan perbaikan rumah dapat disalurkan secara transparan dan tepat sasaran, Berton menyatakan BNPB terus bersinergi erat dengan jajaran pemerintah daerah setempat.

Warga melintas di samping bangunan rumah yang roboh akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, NTT. ANTARA FOTO/Mega Tokan/wsj.
Kolaborasi pendataan identitas secara rinci tersebut turut melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) serta Badan Pusat Statistik (BPS) agar penyaluran hak warga tidak tumpang tindih.
Berton menyebut BNPB juga mengonfirmasi bahwa musibah tersebut telah mengakibatkan 48 orang meninggal dunia secara langsung, serta 94 orang meninggal saat berada di pengungsian.
"Tentu kami tetap menyampaikan rasa belasungkawa kami yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga, handai tolan, rekan kerja, ataupun tetangga atas berpulangnya warga negara Indonesia akibat langsung maupun tidak langsung gempa bumi di NTT tersebut," ucap dia.