Capaian Kinerja Pemerintahan Prabowo Bukti Hasil Terukur

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Capaian Kinerja Pemerintahan Prabowo Bukti Hasil Terukur

Fachri Audhia Hafiez • 25 July 2026 22:03

Jakarta: Sejumlah capaian konkret yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, menuai apresiasi. Pemerintah dinilai bekerja dengan hasil terukur dalam menyelesaikan 108 masalah nasional sejak awal masa jabatan.

"Presiden tidak sekadar berbicara harapan, tetapi menyampaikan angka konkret. Sebanyak 108 masalah nasional yang tuntas dalam kurang dari dua tahun bukan angka yang bisa dianggap enteng. Ini bukti bahwa pemerintahan Prabowo tidak menghabiskan waktu untuk sekadar janji, tetapi bekerja menghasilkan output yang bisa diukur dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar akademisi Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) Dr. Isthifa Kemal dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 Juli 2026.
 


Isthifa menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditargetkan menjangkau 82,9 juta penerima manfaat hingga akhir 2026. Menurutnya, program ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi produktif menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga mengapresiasi pesan ojo dumeh atau imbauan untuk tidak sombong yang disampaikan Presiden Prabowo kepada jajaran menterinya sebagai bentuk keteladanan karakter. Akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik Dr. Iswadi menilai sidang kabinet tersebut menjadi bukti nyata eksekusi janji politik Presiden Prabowo di berbagai sektor strategis.

"108 masalah nasional selesai dalam kurang dari dua tahun. Danantara berdiri sebagai lembaga kedaulatan pertama dalam sejarah bangsa dengan aset lebih dari USD1.000 miliar. Hilirisasi 26 proyek berjalan dengan investasi Rp225 triliun dan target serapan 37 ribu lebih tenaga kerja. Ini bukan sekadar janji, ini eksekusi," tegas Iswadi.


Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Iswadi menambahkan, capaian di sektor pangan dan energi seperti rekor tertinggi cadangan beras nasional dan keberpihakan pada petani. Termasuk penerapan B50 yang menghentikan impor solar menunjukkan Indonesia tengah bergerak menuju kemandirian secara cepat dan strategis.

Kombinasi eksekusi terukur dan kepemimpinan yang berorientasi hasil ini dinilai menjadi modal berharga bagi pemerintahan Prabowo untuk melanjutkan program prioritas di tahun-tahun mendatang.

"Semua ini jawaban paling telak terhadap siapa pun yang meragukan komitmen kerja Presiden. Ini bukan sekadar janji. Ini pemerintahan yang bekerja, dan patut kita dukung agar terus melaju menuju Indonesia Emas 2045," kata Iswadi.

(Fachri Audhia Hafiez)