Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Pipa Gas Dusem Segmen 2

Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Duri–Sei Mangkei (Dusem). Foto: Dok Brantas Abipraya

Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Pipa Gas Dusem Segmen 2

Eko Nordiansyah • 29 July 2026 14:05

Jakarta: Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Duri–Sei Mangkei (Dusem) dipercepat guna menghadirkan jaringan distribusi gas yang lebih andal dan terintegrasi di Pulau Sumatera. Proyek pengembangan infrastruktur gas bumi ini meningkatkan konektivitas pasokan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui.

Proyek pipa transmisi gas bumi Dusem yang dibangun menggunakan dana APBN ini terbagi menjadi dua segmen utama. Segmen 1 yaitu segmen SKG Belawan sampai dengan Stasiun Labuhan Batu sepanjang kurang lebih 279,8 km, dan Segmen 2 yaitu segmen Stasiun Labuhan Batu sampai dengan Fasilitas di Duri.

Untuk itu, PT Brantas Abipraya (Persero) mempercepat pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem pada segmen 2 di Bagan Batu. Proyek ini menjadi salah satu infrastruktur energi strategis yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas jaringan distribusi gas bumi sekaligus menggerakkan roda perekonomian di berbagai wilayah yang dilalui.

Sekretaris Perusahaan PT Brantas Abipraya (Persero), Dian Sovana, mengatakan, keterlibatan Brantas Abipraya dalam proyek ini merupakan bentuk dukungan nyata perusahaan terhadap agenda pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi dan pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

"Proyek Pipa Gas Dusem bukan sekadar pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga menjadi katalis pertumbuhan ekonomi. Kehadiran jaringan pipa ini akan memperkuat distribusi gas nasional, mendukung aktivitas industri, membuka peluang investasi, serta menciptakan multiplier effect bagi masyarakat di sekitar proyek," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.

Hingga akhir Juli 2026, konstruksi Proyek Pipa Gas Dusem Segmen 2 yang dikerjakan Brantas Abipraya telah mencapai 32,3 persen. Capaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menjaga akselerasi pembangunan sesuai target yang telah ditetapkan, dengan tetap mengedepankan aspek kualitas pekerjaan, keselamatan kerja, serta kepatuhan standar teknis.



(Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Duri–Sei Mangkei (Dusem). Foto: Dok Brantas Abipraya)

Aspek keselamatan tetap jadi prioritas utama

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, mengapresiasi kinerja seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem. Hingga saat ini, proyek tersebut telah membukukan 300 robu jam kerja aman (safe man-hours) dengan menyerap 447 tenaga kerja.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada kontraktor atas pelaksanaan pekerjaan yang dinilai berjalan dengan baik. Meski demikian, aspek keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pembangunan. Saya mengingatkan bahwa seluruh pekerjaan ini harus mengutamakan aspek keselamatan yang memadai," ujar Laode.

Dalam pelaksanaannya, Brantas Abipraya menerapkan standar konstruksi terbaik dengan mengedepankan aspek Quality, Health, Safety, Security, and Environment (QHSSE). Perusahaan juga memanfaatkan teknologi konstruksi yang efisien untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target mutu, biaya, dan waktu.

Dampak ekonomi berkelanjutan

Pembangunan jaringan pipa gas sepanjang 262 km ini memiliki peran penting dalam meningkatkan keandalan pasokan energi bagi sektor industri, pembangkit listrik, hingga kawasan ekonomi. Dengan distribusi gas yang semakin efisien, biaya energi dapat ditekan sehingga mampu meningkatkan daya saing industri nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Selain memberikan manfaat bagi sektor energi, proyek ini turut menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal serta mendorong pertumbuhan usaha pendukung di sekitar lokasi pembangunan. Adanya jaringan pipa transmisi gas bumi ini nantinya dapat mengalirkan pasokan gas untuk sektor industri, komersial, dan rumah tangga.

Melalui pembangunan Proyek Pipa Gas Dusem, Brantas Abipraya optimistis dapat menghadirkan infrastruktur energi yang andal, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan.

“Semoga dengan tuntasnya proyek ini nantinya dapat memberikan dampak positif yang masif bagi industri lokal di sepanjang koridor Sumatera Utara hingga Riau. Kehadiran pipa ini menjadi 'jalan tol energi' yang memecahkan masalah keterbatasan infrastruktur gas dan memacu efek domino ekonomi lokal,” tutup Dian.

(Eko Nordiansyah)