Dua Kandidat Berebut Kursi Ketum, Munas IWAPI Diharap Berlangsung Demokratis

Ilustrasi. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Dua Kandidat Berebut Kursi Ketum, Munas IWAPI Diharap Berlangsung Demokratis

M Sholahadhin Azhar • 31 August 2026 23:13

Jakarta: Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) diharap berlangsung demokratis. Munas tersebut digelar November 2026.

Pendiri IWAPI Dewi Motik, menyebut ada dua kandidat yang bakal berpartisipasi dalam munas itu. Keduanya adalah Hana Hasanah Fadel Muhammad dan Tatyana Sentani Sutara.

"Saya sudah mendengar bahwa kedua calon telah memenuhi persyaratan sesuai yang telah dikeluarkan SC. Selanjutnya, biarkan dinamika berlangsung secara sehat di IWAPI," kata Dewi Motik dalam keterangan tertulis, Senin, 31 Agustus 2026.
 


Dewi menyambut baik munculnya kedua calon tersebut sebagai bagian dari proses demokratisasi yang sehat di internal organisasi. Dewi Motik menjelaskan bahwa Panitia Pengarah (Steering Committee/SC) Munas telah menjalankan tugasnya dengan menyampaikan 12 persyaratan yang wajib dipenuhi setiap calon Ketua Umum sesuai AD/ART. 

Menanggapi pertanyaan mengenai keabsahan sertifikat pelatihan salah satu calon, Hana Hasanah Fadel Muhammad, Dewi Motik menegaskan bahwa sertifikat tersebut sah seusai pelatihan yang diikuti pada bulan Februari. 

"Sertifikat pelatihan Ibu Hana itu betul, sesuai dengan pelatihan yang diikuti pada bulan Februari. Saya  memang dari dulu selalu membuat  pelatihan serta mengeluarkan sertifikat, sehingga hal itu tidak menjadi masalah," ujar Dewi Motik.


Pendiri IWAPI Dewi Motik. Foto: Dok. Istimewa.

Lebih lanjut, Dewi Motik menyampaikan harapannya agar seluruh proses Munas berjalan lancar, aman, dan damai. Ia menegaskan pihaknya menghargai proses yang sedang berlangsung serta memberikan kesempatan yang sama kepada kedua calon demi terciptanya proses demokratisasi di internal organisasi. 

"Saya berharap Munas berjalan lancar, aman, dan damai. Saya tentu menghargai proses yang berjalan dan memberi kesempatan yang sama kepada kedua calon agar proses demokratisasi di internal organisasi dapat berjalan dengan baik," kata Dewi.

Sebagai pendiri IWAPI, Dewi Motik berharap seluruh tahapan Munas berlangsung dengan baik, fair, dan demokratis, sekaligus meminta panitia bekerja secara adil bagi semua calon demi kemajuan IWAPI ke depan. 

"Karena itu, panitia juga harus bekerja secara fair dan adil bagi semua calon, demi IWAPI yang semakin baik," pungkas Dewi Motik.

(Fachri Audhia Hafiez)