Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas mengenai penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalimantan dan Sumatra di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presi
Prabowo Panggil Panglima-Kapolri Minta Laporan Penanggulangan Karhutla
Siti Yona Hukmana • 2 September 2026 01:13
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memanggil Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mendengar laporan terbaru mengenai penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra. Pelaporan disampaikan dalam rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadi Presiden, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
"Pertemuan tersebut membahas perkembangan situasi nasional serta penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, yang juga mengikuti rapat tersebut, saat dihubungi di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 1 September 2026.
Baca Juga :
Tambah Lagi, Tersangka Karhutla Jadi 89 Orang
"Pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan terpadu, sekaligus mengantisipasi meluasnya titik kebakaran," kata Seskab Teddy.
Rapat bersama Panglima TNI dan Kapolri itu turut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi Suheri, Kabaintelkam Polri Komjen Pol. Yuda Gustawan, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, dan Asisten Intelijen Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto.
Kemudian, ada pula Kepala Badan Intelijen Negara M.Herindra dan Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto.

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa, 1 September 2026. Foto: Bakom RI.
Presiden Prabowo memimpin setidaknya empat ratas yang digelar berturut-turut di kediaman pribadinya, Hambalang. Selain membahas situasi keamanan nasional dan penanggulangan karhutla, rapat-rapat lain yang dipimpin oleh Presiden itu membahas perkembangan Kampung Nelayan Merah Putih, dan pengusulan penerima gelar, tanda jasa dan tanda kehormatan. Kemudian program pemerintah mengenai rumah yang layak huni untuk masyarakat.
Rapat yang membahas mengenai perumahan rakyat dihadiri sejumlah menteri, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani, dan CTO Danantara Sigit P. Santosa.
Kemudian, rapat terkait pemberian tanda jasa, gelar, dan tanda kehormatan, dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Seskab Teddy.
Rapat terkait Kampung Nelayan dihadiri oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi/CEO Danantara Rosan P. Roeslani, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, CTO Danantara Sigit P. Santosa, Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy, dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri.