Polisi Buru Pelaku Pencuri Belasan Mata Kucing di Cawang Jaktim

Tangkapan layar aksi pencurian marka jalan atau mata kucing di kawasan Cawang, Jaktim. Foto: Istimewa.

Polisi Buru Pelaku Pencuri Belasan Mata Kucing di Cawang Jaktim

Anggi Tondi Martaon • 11 February 2026 19:49

Jakarta: Belasan paku marka pembatas jalan yang memantulkan cahaya (mata kucing) di sekitar bawah jalan (underpass) kawasan Cawang, Jakarta Timur (Jaktim), dicuri. Polisi buru pelaku pencurian.

"Terkait kasus pencurian mata kucing ini sudah lagi pendalaman, lagi mencari pelakunya," kata Kapolsek Makasar Kompol Sumardi dikutip dari Antara, Rabu, 11 Februari 2026.

Aksi tersebut diketahui terjadi pada Selasa dini hari, 10 Februari 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disebut belum melaporkan kejadian yang viral di media sosial (medsos) tersebut.

Sumardi mengatakan, laporan diperlukan sebagai dasar proses hukum lebih lanjut. "Sampai saat ini dari pihak Pemprov belum ada yang membuat laporan. Nanti kita sampaikan agar segera membuat laporan supaya bisa kita tindak lanjuti," ujar Sumardi.

Meski belum ada laporan, pihak Kepolisian tetap melakukan pengecekan di lapangan. Langkah tersebut dilakukan setelah video pencurian mata kucing di lokasi tersebut viral di media sosial.

"Kita cek karena ini juga sudah viral. Jangan sampai kita tidak tahu kebenarannya," katanya.

Terkait perkembangan penyelidikan, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas dan motif pelaku. Polisi juga masih menelusuri rekaman kamera pengawas yang beredar di media sosial.

"Sekarang masih pendalaman, masih mencari pelakunya. Untuk motifnya juga masih kita dalami, karena wajahnya ditutup," sebut Sumardi.

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan jumlah mata kucing yang dicuri. Petugas masih melakukan pengecekan di lokasi kejadian untuk mengetahui kerugian yang ditimbulkan.

"Untuk jumlah yang diambil, kita masih cek kembali di TKP. Belum bisa kita perkirakan," ujar Sumardi.

Pencurian mata kucing dinilai dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari. Sebab, berfungsi sebagai penanda visual bagi pengendara.

Polisi mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan di jalan raya.

Tangkapan layar aksi pencurian marka jalan atau mata kucing di kawasan Cawang, Jaktim. Foto: Istimewa.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur (Jaktim) mengungkapkan bahwa sebanyak 18 paku marka jalan yang bisa memantulkan cahaya (mata kucing) di pembatas jalur di sekitar bawah jalan (underpass) kawasan Cawang, Jakarta Timur (Jaktim) hilang dicuri.

"Untuk kasus yang viral itu, kami langsung melakukan pengecekan dan menghitung jumlah yang hilang. Di satu lokasi saja ditemukan ada 18 mata kucing yang hilang," kata Kepala Seksi Operasi Sudinhub Jakarta Timur Emiral August Dwinanto.

Selain itu, kata dia saat pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP), Jakarta Timur, Rabu, berdasarkan rekaman video yang beredar, aksi pencurian dilakukan secara paksa dengan menggunakan alat seperti pahat.

Hal itu menunjukkan adanya unsur kesengajaan dari pelaku.

"Kalau kita lihat dari videonya, sepertinya dicopot secara paksa, pakai pahat. Jadi memang ada niat untuk mencuri. Padahal ini fasilitas umum yang harus dijaga bersama," katanya.

Emiral menegaskan, tindakan pencurian fasilitas umum tidak bisa ditoleransi karena dapat membahayakan pengguna jalan.

Sementara itu, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur juga masih melakukan pendataan. Hal itu dilakukan untuk mnegetahui apakah pencurian hanya terjadi di Cawag atau lokasi lain.

Viral di media sosial Instagram @jakarta.terkini seorang pria bertopeng terekam kamera tengah mencongkel mata kucing jalan secara paksa di sekitar underpass Cawang, Jakarta Timur.

Dalam video yang beredar, pria tersebut terlihat menggunakan palu untuk melepaskan mata kucing yang tertanam di badan jalan.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa dini hari, 10 Februari 2026. Beberapa kali pria bertopeng itu tampak memungut mata kucing yang berhasil dicongkelnya.

Terlihat sebuah gerobak dengan karung putih di bagian belakang, yang diduga digunakan untuk menampung hasil congkelan.

Akibatnya, bekas congkelan terlihat jelas di badan jalan. Sebagian mata kucing hanya menyisakan rangka besi, sementara lainnya hilang hingga menyisakan aspal yang terkelupas.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)