Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Emira E Oepangat (kiri kedua) menyerahkan beasiswa Harry Diah kepada perwakilan Universitas Indonesia, IPB, dan Sekolah Tinggi Administrasi Asuransi Trisakti (Foto:Metrotvnews.com/Duta Erlangga)
Beasiswa Harry Diah: Investasi Pendidikan untuk Regenerasi Industri Asuransi
Patrick Pinaria • 4 March 2026 19:18
Tangerang: Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong literasi dan regenerasi industri melalui kehadirannya di Kick Andy Goes to Campus di Universitas Binus Alam Sutera, Kamis, 26 Februari 2026. Dalam forum yang dihadiri mahasiswa serta perwakilan perusahaan anggota AAJI tersebut, mereka menghadirkan program literasi, kepedulian sosial, hingga Beasiswa Harry Diah sebagai investasi jangka panjang di bidang pendidikan dan riset manajemen risiko.
Direktur Eksekutif AAJI, Emira E. Oepangat, memperkenalkan peran AAJI sebagai organisasi yang menaungi 57 perusahaan asuransi jiwa dan 6 perusahaan reasuransi di Indonesia. Berdiri sejak 23 Januari 2002, AAJI berperan sebagai wadah kolaborasi dan komunikasi industri untuk mendorong pengembangan asuransi jiwa yang sehat, profesional, dan berorientasi pada perlindungan jiwa manusia.
AAJI juga menjadi satu-satunya asosiasi yang berwenang menyelenggarakan ujian dan lisensi bagi tenaga pemasar asuransi jiwa profesional. Peran tersebut dijalankan dalam semangat menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri, sebagaimana dirangkum dalam tagline tahun ini, "Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna."
Baca Juga :
Terungkap di Kick Andy: AAJI Salurkan Rp734 Juta, Bangun Sekolah Darurat untuk Korban Bencana Sumatra
Literasi Risiko Sejak Dini
Dalam paparannya, Emira menyoroti pentingnya memperkenalkan konsep proteksi sejak usia muda.
"Kita harus sama-sama realize bahwa dari kecil tuh kita gak suruh asuransi, yang disuruh itu menabung. Enggak ada lagu yang bilang ayo punya asuransi, ayo menjaga risiko gitu," kata Emira.
Menurutnya, literasi mengenai risiko dan perlindungan perlu disampaikan dengan pendekatan yang sederhana, mudah dipahami, dan relevan dengan generasi muda.
"Dengan itulah AAJI datang dengan berbagai program literasi dan edukasi yang simple, sederhana, gampang dicerna, menarik, dan fun gitu ya untuk sama-sama kita bisa menumbuhkan industri ini," kata Emira.
Bagi AAJI, literasi bukan sekadar edukasi produk, melainkan membangun kesadaran bahwa risiko adalah bagian dari kehidupan, dan kesiapan dalam mengelolanya merupakan pilihan. Dengan pemahaman yang baik, generasi muda dapat menata masa depan secara lebih terencana dan bertanggung jawab.
Beasiswa Harry Diah: Investasi Jangka Panjang
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Beasiswa Harry Diah, yang diabadikan atas nama almarhum Harry Harmain Diah. Dia adalah seorang praktisi, profesional asuransi, pendiri perkumpulan, serta tokoh yang mendedikasikan hidupnya bagi pengembangan industri dan pendidikan asuransi.
Beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa S1, S2, dan S3 yang sedang menyusun skripsi, tesis, atau disertasi dengan tema industri asuransi jiwa, manajemen risiko, dan perlindungan keuangan.
"Beasiswa itu diberikan kepada S1, S2, S3, nanti ada timnya untuk menilai apakah relevan, apakah ini bisa jadi membangkitkan keinginan untuk mengetahui lebih lanjut tentang management resiko, asuransi gitu khususnya," ujarnya.
AAJI telah bekerja sama dengan 13 perguruan tinggi di Indonesia dan membuka peluang kolaborasi lebih luas. Bagi organisasi ini, Beasiswa Harry Diah bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan pemikir dan pemimpin masa depan yang memahami pentingnya proteksi dan keberlanjutan industri.
Melalui program ini juga AAJI memberi tahu bahwa anak muda memiliki peluang besar untuk tumbuh dan berkontribusi dalam industri yang terus berkembang ini. Industri ini membutuhkan talenta-talenta muda yang inovatif dan adaptif.
Baca Juga :
Jadilah bagian dari industri yang tidak hanya membangun karier, tetapi juga membangun masa depan masyarakat Indonesia.
Industri asuransi jiwa, yang berperan dalam melindungi jutaan keluarga Indonesia, membutuhkan generasi baru yang mampu menjawab tantangan zaman—mulai dari transformasi digital, dinamika risiko global, hingga perubahan perilaku konsumen. Riset, ide, dan perspektif segar dari mahasiswa menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan industri.
Industry Social Responsibility: Kebaikan Berkelanjutan
Selain pengembangan akademik, AAJI juga menegaskan kepedulian sosial melalui Program Industry Social Responsibility (ISR) bertajuk “Kebaikan Berkelanjutan”. Dalam kesempatan tersebut, AAJI bersama 15 perusahaan anggota menyerahkan dukungan simbolis untuk pemulihan masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra.
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menyisakan tantangan jangka panjang. Tak hanya kerusakan fisik, masyarakat terdampak membutuhkan dukungan pendidikan, layanan kesehatan, sanitasi, air bersih, serta pangan bergizi selama masa transisi pascabencana.
"Program ini kami berikan untuk masyarakat yang tertimpa bencana di Sumatra bersama 15 perusahaan anggota yang sangat mendukung keberlangsungan program ini. Program ini termasuk menyediakan sanitasi dan air bersih yang memang sangat kurang. Kemudian juga memberikan makanan bergizi. Kita tahu anak-anak itu pada awalnya ya segala macam makanan instan dia dapat, tapi apakah bergizi? Jadi, kita memberikan makanan bergizi dan juga sarana kesehatan. Kita lihat di TV tempat tidurnya pun tergulung air, tempat tidur rumah sakit, kita mengarahkan bantuan kita ke tiga elemen tersebut," ucap Emira.
Melalui langkah tersebut, AAJI menegaskan bahwa industri asuransi jiwa tidak hanya hadir saat risiko terjadi, tetapi juga saat masyarakat berjuang untuk bangkit. Proteksi jiwa, kesehatan, dan aset menjadi fondasi agar keluarga dapat kembali menata kehidupan setelah menghadapi risiko besar.
Ajakan untuk Generasi Muda
Bagi mahasiswa, momentum ini menjadi pengingat bahwa risiko adalah bagian dari hidup, tetapi kesiapan adalah pilihan. Literasi, riset, dan keterlibatan aktif dalam industri menjadi jalan untuk berkontribusi secara nyata.
AAJI mengundang mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam Beasiswa Harry Diah dan membuka diri terhadap peluang karier di industri asuransi jiwa. Industri ini bukan hanya tentang angka dan polis, melainkan tentang kepercayaan, perlindungan, dan keberlanjutan hidup jutaan keluarga Indonesia.
Dengan semangat 'Menjaga Kepercayaan, Mengukir Makna', AAJI berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton perkembangan industri, tetapi turut mengambil peran sebagai inovator, profesional, dan pemimpin masa depan yang membangun sistem perlindungan keuangan Indonesia yang lebih kuat dan inklusif.