Gelombang protes antiperang besar-besaran terjadi di seluruh Eropa dan AS usai kematian pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. (Anadolu Agency)
Gelombang Protes Meletus di Eropa dan AS usai Kematian Ayatollah Ali Khamenei
Muhammad Reyhansyah • 2 March 2026 13:31
New York: Gelombang aksi protes antiperang berskala besar terjadi di seluruh Eropa dan Amerika Serikat (AS), menyusul serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat keamanan tinggi lainnya.
Di Yunani, para demonstran berkumpul di depan Kedutaan Besar AS di Athena pada hari Minggu. Sambil mengibarkan bendera Iran, mereka membawa spanduk utama bertuliskan: “Mereka menimbulkan kekacauan di Timur Tengah. Yunani keluar dari pembantaian ini.”
Menurut stasiun penyiaran ERT, para pengunjuk rasa juga meneriakkan slogan-slogan seperti, “Rakyat akan memberikan jalan keluar dari perang, imperialisme bukanlah hal yang tak terkalahkan.” Aksi ini dihadiri oleh berbagai asosiasi dan organisasi.
Pada hari Sabtu, massa juga berkumpul di London untuk memprotes tindakan AS-Israel tersebut. Dalam aksi yang didukung oleh kelompok Campaign for Nuclear Disarmament, para demonstran meneriakkan slogan seperti "Lepaskan Iran!" dan "Tidak Ada Lagi Perang!"
Dilansir dari TRT World, Senin, 2 Maret 2026, di seluruh Amerika Serikat, reli antiperang meletus di kota-kota besar termasuk New York, Los Angeles, Chicago, Boston, dan Atlanta. Para demonstran berkumpul di depan Gedung Putih dan di Times Square, menuntut dihentikannya keterlibatan militer Washington di kawasan tersebut.
Menurut laporan The Guardian, kota-kota kecil seperti Albany, Ellensburg, Chattanooga, Decorah, Gainesville, dan Springfield juga dijadwalkan untuk mengadakan demonstrasi.
Tolak Eskalasi Militer
Pihak penyelenggara yang mewakili koalisi kelompok sayap kiri seperti ANSWER Coalition, National Iranian American Council, hingga Democratic Socialists of America mengecam keras serangan tersebut. Mereka menilai aksi militer itu sebagai tindakan ilegal tanpa provokasi yang melanggar hukum internasional.Lebih lanjut, koalisi ini memperingatkan bahwa serangan tersebut berisiko memicu kematian dan kehancuran massal di kawasan. Oleh karena itu, mereka mendesak masyarakat untuk segera bertindak guna mencegah eskalasi perang yang lebih luas.
Mereka mendesak masyarakat di seluruh AS untuk menolak eskalasi militer dan turun ke jalan agar suara mereka didengar.
Sejak Sabtu pagi, Israel dan AS telah melancarkan serangan ke berbagai kota di Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi serta banyak pejabat keamanan senior lainnya.
Sebagai tanggapan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal terhadap aset-aset Israel dan AS di kawasan tersebut, yang menyebabkan banyak negara Teluk menutup wilayah udara mereka.
Otoritas Iran berjanji akan melakukan pembalasan setelah konfirmasi kematian Khamenei, menetapkan masa berkabung selama 40 hari, dan menunjuk dewan sementara hingga penggantinya terpilih.
Baca juga: Serangan AS–Israel Dinilai Bisa Picu Rasa Persatuan Nasional Iran