Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyampaikan keterangan saat menghadiri undangan iftar Ramadhan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)
Gus Yahya: Tak Ada Jalan Lain, Perang di Timur Tengah Harus Dihentikan
Achmad Zulfikar Fazli • 5 March 2026 20:35
Jakarta: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan satu-satunya jalan menghadapi eskalasi konflik di Timur Tengah adalah menghentikan perang dan segera mewujudkan perdamaian. Hal ini disampaikan Gus Yahya saat ditanya sikap NU atas konflik yang memanas di Timur Tengah.
"Kita tidak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai, berhenti perang, berhenti, berhenti, berhenti perang, berhenti, damai sekarang," kata Gus Yahya saat memenuhi undangan Iftar Ramadan dari Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Gus Yahya menyebut dunia tidak memiliki pilihan lain selain berjuang sekuat tenaga untuk menghentikan perang yang sedang berlangsung. Dia menilai segala bentuk kekerasan yang terus berlanjut hanya akan membawa kehancuran lebih besar dan mengancam keselamatan semua pihak.
"Tidak ada alternatif lain. Karena kalau nggak begitu tidak ada yang selamat," ujar dia.
Baca Juga:
KP2MI Sebut Tak Ada PMI Jadi Korban Koflik Timteng |
.jpg)
Kondisi salah satu wilayah Iran setelah diserang Israel. Foto- Anadolu
Dia menegaskan segala bentuk kekerasan harus dihentikan secepat mungkin dengan berbagai cara yang memungkinkan demi tercapainya perdamaian.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya mengungkapkan dalam pertemuan berbuka puasa bersama para tokoh dan ulama, Presiden Prabowo kemungkinan akan menyampaikan sejumlah hal penting, termasuk langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah.
Dia memperkirakan Presiden akan menjelaskan berbagai kebijakan yang berkaitan dengan situasi di dalam negeri maupun dinamika internasional yang saat ini berkembang.
Selain itu, kata Gus Yahya, Presiden diperkirakan berbagi pandangan dengan para tokoh dan ulama mengenai perkembangan terbaru situasi global yang dinilai cukup mengkhawatirkan.
"Mungkin, juga beliau akan memberikan, berbagi pandangan dengan para tokoh, para ulama mengenai perkembangan mutakhir dalam dinamika internasional yang memang sangat mengkhawatirkan," kata dia.
Menurut Gus Yahya, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mendengarkan langsung pandangan dan penjelasan Presiden terkait berbagai perkembangan tersebut, sekaligus memperkuat komunikasi antara pemerintah dan para pemimpin masyarakat.