Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani. Foto: Dok Metro TV
CEO Danantara: PSEL di Bali Pakai Teknologi Canggih
Eko Nordiansyah • 8 July 2026 15:35
Bali: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Desa Pedungan, Denpasar Selatan, Bali akan menggunakan teknologi canggih. Teknologi ini sudah dipakai di banyak negara.
"Ini teknologi yang dipakai ini adalah teknologi dipakai di 50 negara. Jadi sudah proven gitu ya. Saya pun melihat langsung di beberapa negara," kata Rosan usai peresmian pembangunan PSEL Denpasar Raya, Bali, Rabu, 8 Juli 2026.
Rosan menjelaskan, teknologi yang sudah terbukti berhasil di banyak negara ini yang kemudian diaplikasikan di Indonesia. Bahkan di beberapa negara, ia menyebut, pengolahan sampah tidak menimbulkan bau, sehingga tidak mengganggu masyarakat di sekitar.
"Saya pun melihat langsung di beberapa negara, pengolahan sampah ini benar-benar di banyak negara itu tidak ada baunya, bersih sekali, dan bahkan menjadi tempat rekreasi. Di tempat taman baca di Tiongkok, di negara-negara lainnya," kata dia.

(Ilustrasi. Foto: Dok MI)
Pemilihan mitra
Danatara juga menggandeng sejumlah mitra untuk proyek PSEL. Proyek yang kini memasuki tahapan penting melalui penandatanganan Power Purchase Agreement (PPA) dan peresmian pembangunan ini telah melewati serangkaian seleksi mitra sampai terpilih."Skema kerja sama ini setelah kami melakukan tender yang diikuti oleh 100 perusahaan lebih, saya masih ingat saya dilaporkan, dan kita pun memastikan seperti saya sampaikan, kita memilih melakukan proses tender ini secara terbuka, akuntabilitas, transparan, tata kelola perusahaan yang baik dan benar," ujar Rosan.
PSEL Bali dirancang menggunakan teknologi moving grate incinerator, yang banyak diterapkan pada fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di berbagai negara. Teknologi tersebut dipilih karena memiliki keandalan operasional yang telah teruji serta dinilai sesuai dengan karakteristik sampah perkotaan di Indonesia.
Fasilitas ini juga mengacu pada standar lingkungan European Industrial Emissions Directive (EU IED). Emisi hasil proses pembakaran akan melalui Air Pollution Control System (APCS) berlapis sebelum dilepaskan ke udara.
Selain menghasilkan energi, proyek ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 80 persen per ton sampah dibandingkan metode pembuangan terbuka di tempat pemrosesan akhir (TPA). Pembangunan dan operasional PSEL Bali juga diperkirakan menciptakan sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.