Pemkot Jaktim Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur melakukan pengawasan keamanan pangan terpadu di Pasar Klender SS, Cakung, Jaktim. Foto: Antara.

Pemkot Jaktim Perketat Pengawasan Pangan di Pasar Tradisional

Anggi Tondi Martaon • 22 July 2026 12:06

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) memperketat pengawasan keamanan pangan terpadu di pasar tradisional di wilayah setempat. Hal itu sebagai upaya memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat dalam kondisi aman.

Pengawasan keamanan pangan terus dilakukan secara rutin dengan menyasar pasar-pasar tradisional. Tentu ini kita lakukan demi memastikan produk yang beredar di pasar itu memenuhi standar keamanan pangan, kata Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Taufik Yulianto, dikutip dari Antara, Rabu, 22 Juli 2026.

Taufik mengatakan pihaknya melakukan pengawasan di lima pasar tradisional pada Selasa, 21 Juli 2026. Yakni Pasar Klender SS, Pasar Sawah Barat, Pasar Pondok Bambu, Pasar Perumnas Klender, dan Pasar Ciplak.

Kami turunkan sekitar 45 personel gabungan untuk mengantisipasi peredaran produk pangan yang mengandung zat kimia berbahaya dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat, ujar Taufik.

Pihaknya mengambil sebanyak 49 sampel pangan. Sampel yang diambil terdiri atas 39 sampel produk pertanian dan 10 sampel peternakan.

Seluruh sampel diperiksa menggunakan mobil laboratorium yang disiagakan di Pasar Klender SS dengan menguji berbagai kandungan mulai dari residu pestisida, formalin, klorin, dan Eber.

Berdasarkan hasil pengawasan, seluruh pasar memiliki pangan 100 persen aman dari bahan berbahaya. Rinciannya, di Pasar Klender SS, petugas memeriksa 10 sampel yang terdiri dari delapan sampel produk pertanian dan dua sampel produk peternakan dengan hasil seluruhnya negatif.
class=big_center
Ilustrasi. Foto: Dok. MI.

Hasil serupa juga diperoleh di Pasar Sawah Barat dan Pasar Pondok Bambu yang masing-masing diperiksa 10 sampel, terdiri dari delapan produk pertanian dan dua produk peternakan.

Sementara itu, petugas mengambil sembilan sampel di Pasar Perumnas Klender yang terdiri dari tujuh produk pertanian dan dua produk peternakan. Adapun di Pasar Ciplak dilakukan pemeriksaan terhadap 10 sampel yang terdiri dari delapan produk pertanian dan dua produk peternakan.

Seluruh sampel dari kelima pasar tersebut dinyatakan 100 persen negatif dari kandungan bahan kimia berbahaya, ucap Taufik.

Menurut dia, pengawasan secara berkala diperlukan untuk memastikan produk pangan yang beredar di masyarakat memenuhi aspek keamanan dan layak dikonsumsi. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kepercayaan warga terhadap kualitas pangan yang dijual di pasar tradisional.

Pengawasan pangan ini sekaligus menjadi upaya untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat membeli kebutuhan pangan di pasar tradisional, ujar Taufik.

(Anggi Tondi)