Iran Siap Berikan Layanan untuk Kapal Dagang di Selat Hormuz

Kapal tanker yang berada di Selat Hormuz. Foto: Press TV

Iran Siap Berikan Layanan untuk Kapal Dagang di Selat Hormuz

7 May 2026 20:08

Teheran: Otoritas maritim Iran (PMO) menyatakan siap memberikan berbagai layanan bagi kapal dagang yang beroperasi di kawasan Selat Hormuz.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui pesan resmi kepada para komandan kapal pada Kamis, 7 Mei 2026.

Pihak otoritas menyebut langkah ini dilakukan untuk menjaga keselamatan pelayaran, meningkatkan keamanan kapal, serta melindungi kesejahteraan awak kapal yang melintas di wilayah perairan Iran. Pesan itu dikirim melalui jaringan komunikasi maritim dan sistem radio VHF kepada seluruh kapal komersial di kawasan.

“Kapal dapat mengakses layanan penting, termasuk bahan bakar, logistik, dan bantuan medis,” demikian isi pengumuman otoritas maritim Iran, dikutip dari media Press TV, Kamis, 7 Mei 2026.

Layanan tersebut disediakan bagi kapal yang membutuhkan bantuan saat melintasi perairan teritorial maupun area labuh Iran.

Iran menegaskan kebijakan itu merupakan bagian dari tanggung jawab kedaulatan negara dalam menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas maritim di salah satu jalur perdagangan paling strategis di dunia. Pesan tersebut juga akan disiarkan tiga kali sehari selama tiga hari berturut-turut.

Selain itu, seluruh komandan kapal diminta menghubungi pusat Layanan Lalu Lintas Kapal (VTS) di pelabuhan Iran terdekat atau melalui perwakilan lokal lewat kanal VHF 16 untuk meminta layanan atau menyampaikan kebutuhan khusus.

Selat Hormuz sendiri menjadi sorotan sejak jalur tersebut praktis terganggu akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari. Kawasan ini merupakan jalur penting yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Iran sebelumnya memperketat pengawasan di Selat Hormuz setelah Amerika Serikat mempertahankan blokade laut terhadap negaranya. Pembatasan lalu lintas di jalur strategis itu memicu kekhawatiran pasar energi global dan meningkatkan ketidakpastian perdagangan internasional.

(Keysa Qanita)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com