Ilustrasi pexels
Apa Itu Hari Tasyrik? Simak Larangan Puasa dan Amalan yang Dianjurkan
Putri Purnama Sari • 28 May 2026 17:31
Jakarta: Setelah Hari Raya Iduladha, umat Islam akan memasuki Hari Tasyrik, yaitu tiga hari setelah Iduladha yang jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah dalam kalender Hijriah.
Hari Tasyrik menjadi salah satu momen istimewa dalam Islam yang masih berkaitan erat dengan ibadah kurban dan rangkaian perayaan Iduladha. Pada hari-hari ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah dan dilarang menjalankan puasa.
Dilansir dari NU Online, secara bahasa kata tasyrik berasal dari kata tasyriq yang berarti menghadap ke arah timur atau arah terbitnya matahari.
Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Hari Tasyrik dinamakan demikian karena pada masa dahulu umat Islam menjemur daging kurban di bawah sinar matahari agar menjadi dendeng dan lebih awet disimpan. Pendapat lain menyebutkan bahwa penyembelihan hewan kurban dilakukan setelah matahari terbit dan memancarkan sinarnya.
Larangan Puasa pada Hari Tasyrik
Hari Tasyrik merupakan hari yang diharamkan untuk berpuasa. Larangan tersebut didasarkan pada sejumlah hadis Rasulullah SAW.
"Hari-hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berzikir kepada Allah." (HR Muslim)
Selain itu, Amr bin Ash juga meriwayatkan: "Bahwa hari-hari tasyrik merupakan hari ketika Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk berbuka dan melarang kita untuk puasa."
Dalam riwayat lain, Abu Hurairah RA menyebut Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Hufadzah untuk berkeliling Mina dan menyerukan:
"Janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (hari tasyrik), karena hari-hari itu merupakan hari-hari untuk makan, minum, dan zikir kepada Allah Azza wa Jalla." (HR Ahmad)
Hari Tasyrik menjadi waktu bagi umat Islam untuk menikmati nikmat Allah SWT melalui hidangan dari hewan kurban sekaligus memperbanyak ibadah dan rasa syukur.
Jadwal Hari Tasyrik
Berdasarkan kalender Hijriah Kementerian Agama RI, Hari Raya Iduladha 10 Zulhijah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Dengan demikian, Hari Tasyrik berlangsung pada:
- 11 Zulhijah 1445 H: Kamis, 28 Mei 2026
- 12 Zulhijah 1445 H: Jumat, 29 Mei 2026
- 13 Zulhijah 1445 H: Sabtu, 30 Mei 2026
Amalan yang Dianjurkan Saat Hari Tasyrik
Meski dilarang berpuasa, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak amalan ibadah selama Hari Tasyrik. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan:
1. Memperbanyak Zikir
Hari Tasyrik menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil kepada Allah SWT.
“Ingatlah Allah di hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203)
2. Memperbanyak Doa
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa dan memohon kebaikan dunia maupun akhirat. Salah satu doa yang sering dibaca Rasulullah SAW adalah doa sapu jagat:
.jpg)
Rabbana Aatina Fiddunya Hasanah Wafil Akhirati Hasanah Waqinaa Adzaabannaar.
Artinya: "Ya Allah, ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka."
3. Menyembelih Hewan Kurban
Penyembelihan hewan kurban masih diperbolehkan selama Hari Tasyrik dan tetap dihitung sebagai ibadah kurban. Rasulullah bersabda: "Di setiap hari tasyrik adalah penyembelihan." (HR. Ahmad)
Oleh karena itu, umat Islam yang telah berniat berkurban dianjurkan segera melaksanakan penyembelihan pada waktu tersebut.
4. Makan dan Minum
Hari Tasyrik juga dikenal sebagai hari makan dan minum. Umat Islam dianjurkan menikmati hidangan dari hasil sembelihan kurban bersama keluarga maupun masyarakat sekitar.
Dari riwayat Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu berpuasa pada hari ini (tasyrik) karena ia merupakan hari makan, minum, dan berdzikir pada Allah."
Baca Juga :
5. Mengumandangkan Takbir
Setelah melaksanakan salat wajib, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagaimana takbir pada Hari Raya Iduladha. Takbir ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah SWT selama Hari Tasyrik berlangsung.
Hari Tasyrik bukan hanya menjadi waktu untuk menikmati hidangan kurban, tetapi juga momentum memperbanyak ibadah, dzikir, dan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan.