Ilustrasi Pexels
Tips Atasi Bau Amis Daging Kurban serta Cara Penyimpanannya
Muhamad Marup • 26 May 2026 22:06
Jakarta: Persidaan daging di rumah saat momen Iduladha bisa berlimpah dan tak jarang baru diolah dalam beberapa hari setelahnya. Kondisi tersebut bisa menimbulkan bau amis pada daging kurban sering menjadi masalah yang dikeluhkan.
Jeruk nipis, lemon, atau cuka biasa digunakan karena cukup efektif menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Meski demikian, penggunaan bahan asam yang berlebihan juga dapat mengubah cita rasa asli daging kurban.
"Bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombai, merica, ketumbar, kayu manis, pala, cengkeh, hingga bunga lawang dinilai efektif membantu menjaga kualitas aroma daging kurban saat diolah," ujar Tuti, mengutip laman resmi IPB University, Selasa, 26 Mei 2026.
Tuti juga memembagikan tips cara mengolah dan menyimpan daging kurban dengan benar.
Penyimpanan dan Pengolahan Daging Kurban
Jika daging akan segera dimasak
- Cuci daging kurban dengan air mengalir.
- Masak hingga suhu internal daging mencapai 70–80°C untuk membunuh bakteri, atau sekitar 30–60 menit untuk daging sapi dan domba, tergantung ukuran potongan dagingnya.
- Gunakan bumbu rempah kaya antioksidan untuk memperlambat oksidasi.
Jika daging akan disimpan
- Cuci daging kurban dengan air mengalir dan bilas akhir dengan air matang.
- Keringkan permukaan daging menggunakan tisu bersih.
- Bagi dan kemas daging sesuai rencana penggunaannya.
- Simpan dalam kulkas (refrigerator) hingga dingin, lalu bekukan di freezer.
- Saat akan digunakan, lelehkan perlahan di kulkas (refrigerator) selama 24 jam.
Ilustrasi Pexels
Tuti menyarankan agar daging kurban tidak dimasak dalam kondisi masih beku karena dapat menyebabkan tekstur menjadi alot. Proses penyegaran daging beku dapat dilakukan dengan merendam daging yang masih berada di dalam kemasan ke dalam air dingin hingga kembali segar sebelum diolah sesuai kebutuhan.
"Daging kurban sebaiknya dimasak hingga matang sempurna, baik dengan cara direbus, dipanggang, dibakar, maupun digoreng. Namun, masyarakat perlu menghindari memasak daging hingga gosong, terutama pada olahan sate atau daging bakar," kata Tuti.