Ilustrasi Pexels
Berkurban dengan Aman, Waspadai Penyakit Zoonosis dan Sapi Gelonggongan
Muhamad Marup • 26 May 2026 19:20
Jakarta: Hari Raya Iduladha selalu meriah dengan adanya aktivitas penyembelihan dan pembagian daging kurban. Meski demikian, masyarakat harus tetap menjaga keamanan beribadah dengan mewaspadai penyakit zoonosis dan sapi gelonggongan.
Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Herwin Pisestyani menegaskan bahwa pemilihan hewan kurban yang sehat tidak hanya penting dari sisi syariat. Kesehatan hewan kurban menjadi langkah utama dalam menjaga kesehatan masyarakat.
"Hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk yang dapat menular ke manusia atau disebut zoonosis," ujar Herwin, mengutip laman resmi IPB University, Selasa, 26 Mei 2026.
Penyakit Zoonosis Hewan Kurban dan Cirinya
Herwin menuturkan penyakit-penyakit zoonosis yang ada pada hewan kurban sebagai berikut.- Orf.
- Skabies.
- Tuberkulosis.
- Pink eye.
- Septicaemia epizootica.
- Hepatic fascioliasis.
- Diare.
- Penyakit mulut dan kuku (PMK).
- Lumpy skin disease.
"Penyakit-penyakit tersebut dapat memicu kerugian ekonomi sekaligus meningkatkan risiko kesehatan masyarakat apabila tidak ditangani secara tepat," ucap Herwin
Herwin juga mengungkapkan ciri-ciri hewan kurban sehat dapat yaitu:
- Kondisi fisik yang tegap.
- Mata cerah.
- Bulu bersih.
- Responsif terhadap lingkungan.
- Nafsu makan yang baik.
- Bebas dari cacat fisik seperti:
- patah tanduk,
- telinga robek,
- eekor putus.
"Jika ditemukan hewan sakit atau mati mendadak, panitia diminta segera melapor kepada petugas kesehatan hewan agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan risiko penyebaran penyakit dapat diminimalkan," katanya.
Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. Foto: Antara.
Bahaya Sapi Gelonggongan
Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University, Denny Widaya Lukman, meminta masyarakat mewaspadai praktik sapi gelonggongan. Praktik tersebut memberi sapi minum berlebihan untuk meningkatkan bobot tubuh sebelum dijual."Tidak hanya merugikan pembeli, cara seperti ini sangat menyiksa sapi sebelum disembelih. Hal itu tidak mencerminkan prinsip ihsan terhadap hewan dan tidak memenuhi kaidah kesejahteraan hewan," terangnya.
Denny menerangkan ciri-ciri sapi dan daging gelonggongan sebagai berikut:
- Perut tampak membesar.
- Tubuh lemah, bahkan sulit berdiri.
- Daging hasil gelonggongan umumnya terlihat lebih basah di permukaan dan dapat meneteskan air saat digantung.
"Daging gelonggongan yang dibekukan tidak bisa dibedakan dengan daging normal. Maka sebaiknya pilih daging beku yang sudah dikemas dan memiliki label," tuturnya.