Ilustrasi Pexels
Hewan Kurban Stres Turunkan Kualitas Daging, Ini Teknik Menyembelih yang Baik
Muhamad Marup • 26 May 2026 17:31
Jakarta: Hari Raya Iduladha selalu meriah dengan adanya aktivitas penyembelihan hewan kurban. Jangan biarkan hewan kurban stres karena hal tersebut dapat menyebabkan kualitas daging menurun
Perhatian terhadap kesehatan hewan kurban bisa berdampak langsung pada kualitas daging yang dikonsumsi masyarakat. Salah satu faktor yang kerap luput diperhatikan adalah kondisi stres pada hewan sebelum penyembelihan.
Ahli anatomi veteriner dan perilaku hewan dari IPB University, Supratikno, menerangkan, hewan stres saat penyembelihan berisiko menghasilkan daging yang kurang sehat dan bernilai rendah. Stres memicu penyempitan pembuluh darah dan menguras glikogen otot yang mengganggu pembentukan asam laktat.
"Tanpa asam laktat yang cukup, pH daging tetap tinggi dan menyebabkan kondisi dark, firm, and dry (DFD) meat, yakni daging menjadi gelap, keras, dan kering," ujar Supratikno, mengutip laman resmi IPB University, Selasa, 26 Mei 2026.
Stres juga dapat menyebabkan memar (bruising) pada daging akibat hewan meronta. Kondisi tersebut memengaruhi daya simpan serta tingkat penerimaan konsumen karena kondisi DFD umumnya lebih cepat rusak.
Tips mencegah hewan kurban stres
Supratikno berbagi tips mengenali tanda-tanda stres pada hewan, yakni:- Hewan terlihat gelisah.
- Air liur berlebih.
- Ekor terlipat di antara kaki belakang.
- Mata waspada.
- Napas tersengal-sengal.
Untuk meminimalkan risiko tersebut, Supratikno juga memberikan empat tips penanganan:
- Hindari penggunaan pengeras suara frekuensi tinggi.
- Kurangi kerumunan orang di sekitar hewan.
- Hindari pemakaian pakaian berwarna terang (merah/oranye).
- Pastikan petugas penyembelih sudah terlatih agar proses berlangsung cepat serta sesuai syariat.
"Upaya sederhana ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses kurban tidak hanya memenuhi aspek keagamaan, tetapi juga menghasilkan daging yang berkualitas, aman, dan layak konsumsi bagi masyarakat luas," terangnya.
Teknik menyembelih hewan kurban
Sementara itu, Pakar Universitas Airlangga (UNAIR), Nusdianto Triakoso, mengungkapkan ada tiga hal penting yang perlu masyarakat perhatikan, yakni sebelum penyembelihan, saat penyembelihan, hingga setelah penyembelihan. Menurutnya, waktu-waktu sebelum dan saat penyembelihan sangat mempengaruhi kualitas daging.Ia menekankan, ada beberapa ciri umum yang terlihat dari hewan kurban yang sehat, antara lain:
- Hewan memiliki tingkah laku yang lincah
- Selalu bereaksi dengan lingkungan
- Cara hewan bernafas.
- Tidak adanya tanda-tanda tidak wajar pada lubang-lubang tubuh.

Ilustrasi Pexels
Nus menuturkan beberapa teknik menyembelih hewan kurban yang baik sebagai berikut:
- Panitia kurban membawa hewan ke lokasi penampungan sehari sebelum penyembelihan.
- Penempatan kandang sementara harus berjauhan dari lokasi penyembelihan agar hewan tidak mendengar atau melihat proses penyembelihan hewan lain.
- Jatuhkan hewan dengan lembut agar tidak menimbulkan rasa sakit dan stres berlebih.
- Alat penyembelihan harus menggunakan pisau yang sangat tajam.
"Menyembelih juga ada standar dan triknya agar hewan kurban tidak stres nantinya," kata Nus, mengutip laman resmi Unair, Selasa, 26 Mei 2026.