Petugas melaksanakan pemadaman karhutla di wilayah Kotawaringin Timur beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-BPBD Kotim
Penanganan Karhutla di Kotawaringin Timur Prioritaskan Jalur Darat
Silvana Febiari • 26 October 2026 13:41
Kotawaringin Timur: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, tetap memprioritaskan jalur darat. Langkah ini dinilai efektif karena petugas dapat menjangkau langsung titik api di lapangan.
"Karena petugas dapat menjangkau sumber api secara langsung, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan tanah," kata Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah Halikinnor, dilansir dari Antara, Senin, 26 Oktober 2026.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim juga terus mengupayakan dukungan pemadaman dari udara menggunakan helikopter pengebom air atau water bombing untuk kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Baca Juga :
Halikinnor telah meminta bantuan kepada Komandan Lanud Iskandar agar helikopter yang berada di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan dapat membantu penanganan kebakaran di Kecamatan Pulau Hanaut dan Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.
Dukungan tersebut diharapkan dapat diarahkan ke titik-titik api yang masih aktif. Terutama, lokasi yang tidak memungkinkan dijangkau petugas darat.
“Yang paling efektif memang melalui jalur darat karena bisa langsung mematikan api sampai ke sumber kebakaran, apalagi daerah kita merupakan lahan gambut. Namun, minimal untuk lokasi yang tidak terjangkau, kita berharap bisa dibantu dengan water bombing,” jelas Halikinnor.

Bupati Kotim Halikinnor mempraktikan penggunaan metode suntik gambut untuk pemadaman karhutla di Gang Sahabat, Sampit, Jumat, 23 Oktober 2026 ANTARA/Devita Maulina
Berdasarkan data terbaru yang disampaikan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Kalimantan Tengah pada 25 Oktober 2026, tercatat akumulasi Se-Kalimantan Tengah mencapai sebanyak 7.070 kejadian. Luasan area terbakar mencapai 20.385,26 hektare.
Sedangkan untuk wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, akumulasi mencapai 1.339 kejadian kebakaran hutan dan lahan. Luasan area terbakar mencapai 3.453 hektare.