Dua unit ambulans disiagakan untuk memberikan layanan oksigen keliling bagi masyarakat Kotim yang terdampak kabut asap. ANTARA/Devita Maulina
Dinkes Kotim Siapkan Ambulans Oksigen Keliling, Warga Bisa Hubungi 119
Silvana Febiari • 22 October 2026 17:09
Kotim: Dinas Kesehatan Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menyiapkan dua unit ambulans yang dilengkapi fasilitas oksigen. Ambulans ini disiagakan untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Ambulans oksigen ini kita bawa langsung ke masyarakat. Selama ini pelayanan oksigen tersedia di puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), dan Public Safety Center (PSC), tetapi sekarang kita juga menyiapkan layanan yang bisa bergerak,” kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, dilansir dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.
Layanan tersebut disiapkan agar masyarakat yang membutuhkan bantuan oksigen bisa memperoleh pertolongan lebih mudah, tanpa harus selalu mendatangi fasilitas kesehatan.
Dua unit ambulans tersebut disiagakan di PSC untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat. Petugas dapat bergerak menuju lokasi warga yang membutuhkan bantuan, sehingga penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat.
Layanan ini menyasar warga yang mengalami gangguan pernapasan di luar rumah maupun masyarakat yang membutuhkan penanganan medis di kediaman. Apabila ada warga yang memerlukan bantuan dan kesulitan mendatangi fasilitas kesehatan, petugas dapat dihubungi untuk memberikan pelayanan atau menjemput pasien menggunakan ambulans sesuai kondisi yang dihadapi.
“Ambulans ini sifatnya keliling, kita bisa bergerak ke mana saja. Kalau ada masyarakat yang meminta bantuan, langsung kita layani. Misalnya ada warga yang perlu dijemput dari rumah, ambulans kita bisa datang,” ujarnya.
Untuk mengakses layanan tersebut, masyarakat dapat menghubungi nomor darurat PSC 119. Dinkes berharap keberadaan layanan bergerak ini dapat membantu mempercepat akses pertolongan, terutama ketika kondisi kabut asap masih mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengantisipasi dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.
Paparan asap berpotensi memicu gangguan saluran pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, pralansia, lansia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta, termasuk asma dan gangguan jantung maupun paru-paru.

Kondisi kabut asap di Sampit, Kotawaringin Timur. (Metro TV/Akhmaddiannor)
Dinkes Kotim mencatat total 24.838 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga minggu ke-41 tahun 2026. Selama periode tersebut, jumlah kasus dalam sepekan terakhir mencapai 1.064 kasus, menjadi angka tertinggi sejauh ini.
Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah kondisi kemarau dan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kotim. Kondisi ini menjadi perhatian karena paparan asap dapat memperburuk keluhan pernapasan, khususnya pada warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu.
Selain menyiapkan ambulans oksigen, masyarakat tetap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap pekat. Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel asap.