Griselda Mora Hutagaol balerina cilik asal Indonesia dengan sejumlah prestasi internasional. Istimewa
Balerina Cilik Asal Jakarta Ini Torehkan Prestasi di Kompetisi Internasional
Whisnu Mardiansyah • 7 October 2026 17:42
Jakarta: Kecintaan terhadap seni tari membawa Griselda Mora Hutagaol menekuni balet sejak usia tiga tahun. Siswa kelas 2 SDK 3 Penabur itu kini terus mengembangkan kemampuannya melalui latihan rutin dan mengikuti berbagai kompetisi.
Ketertarikan Griselda terhadap balet bermula dari kegemarannya menari. Gerakan balet yang menurutnya indah dan ringan membuatnya tertarik mempelajari teknik tersebut lebih serius.
“Awalnya aku memang suka menari dan ketika melihat gerakan balet yang cantik dan ringan aku jadi tertarik untuk mempelajarinya.” ujar Griselda, Rabu, 7 Oktober 2026.
Ketekunan Griselda mulai membuahkan hasil melalui sejumlah kompetisi. Pada International Youth Performing Arts Championship 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Juli lalu, ia berhasil memperoleh Silver Award untuk kategori Classical Ballet Dance Duo U-9.
Prestasi kembali diraih Griselda pada 4 Oktober 2026. Ia mendapatkan Bronze Award dalam Malaysia Arts Festival 2026 untuk kategori Solo Classical Ballet U-12. Kompetisi tersebut berlangsung di Permaisuri Zarith Sofiah Opera House, Johor Bahru, Malaysia.
“Untuk menghasilkan gerakan balet yang terlihat cantik dan ringan, memerlukan banyak latihan, ketekunan, keseimbangan, serta fokus.” tutur Griselda.
Persiapan mengikuti kompetisi dilakukan Griselda sejak jauh hari. Ia menjalani latihan secara rutin dengan mengulang rangkaian gerakan hingga mampu tampil dengan teknik yang lebih rapi dan menguasai koreografi.
“Khusus kompetisi yang aku ikuti, aku mempersiapkannya cukup panjang. Diawali dengan rutin berlatih hingga mengulang gerakan berkali-kali sampai gerakannya lebih rapi dan aku benar-benar hafal. Aku juga latihan teknik, ekspresi, keseimbangan, dan belajar supaya lebih percaya diri saat tampil di atas panggung kompetisi.” lanjut Griselda bercerita.
Selain latihan teknik, Griselda juga mendapat dukungan dari lingkungan sekolah. Guru dan wali kelas memberikan motivasi agar ia menjalani kompetisi dengan sungguh-sungguh serta memberikan kemampuan terbaik selama tampil.
“Sehari sebelum berangkat, wali kelasku bilang, ‘Semangat Gigi, latihan yang sungguh-sungguh, supaya apa yang kamu kerjakan tidak sia-sia. Apapun hasilnya nanti, yang penting kamu sudah kasih yang terbaik’.” cerita Griselda, yang juga aktif mengikuti ekstrakurikuler menari di sekolah.
Meski senang meraih penghargaan, Griselda mengaku sempat merasakan kecemasan ketika melihat penampilan peserta lain. Ia kemudian berusaha mengendalikan perasaan tersebut dengan berdoa dan mengingat kembali proses latihan yang telah dijalani.
“Saat rasa cemas menghampiri, aku langsung berdoa dan meminta penyertaan Tuhan. Aku berdoa supaya Tuhan memberkati kaki, tangan, dan seluruh tubuhku agar aku bisa menari dengan baik di atas panggung. Aku juga berusaha mengingat semua latihan yang sudah aku lakukan dan tidak terlalu memikirkan hasil akhirnya. Aku hanya ingin menikmati penampilanku dan memberikan yang terbaik.” tutur Griselda.
Pengalaman Griselda di dunia balet juga mencakup Ballet Examination yang diselenggarakan Royal Academy of Dance (RAD). Ujian tersebut diikuti dari Jakarta secara daring dengan penilaian langsung oleh penguji RAD yang berada di Eropa.
“Ujiannya dilaksanakan di Jakarta secara online dan dinilai langsung oleh examiner dari RAD yang ada di Eropa.” ungkapnya.
Tidak hanya mengembangkan kemampuan di bidang balet, Griselda juga memiliki bakat di bidang tarik suara. Ia berhasil meraih Diamond Award dalam i-SING Vocal Festival 2026. Pencapaian tersebut turut membuka kesempatan bagi Griselda untuk mengikuti CHAMPS Universal Music Festival (CUMF) 2027 yang akan berlangsung di Malaysia. Pada tahun depan, ia juga dijadwalkan mengikuti kompetisi balet di Thailand.
“Jadi, tahun depan aku akan berangkat ke Malaysia untuk ikut kompetisi menyanyi dan juga akan ke Thailand untuk mengikuti kompetisi balet.” ungkap Griselda.
Griselda berharap pengalaman mengikuti berbagai kompetisi dapat menjadi bagian dari proses untuk terus mengasah kemampuan. Ia juga mengajak teman-temannya tetap tekun mengembangkan hobi meski harus menghadapi rasa lelah dan kejenuhan selama berlatih.
“Teruslah tekun berlatih, meskipun di tengah jalan kerap merasakan lelah, bosan, dan bahkan ada rasa ingin menyerah. Lewat proses itulah kita menjadi pribadi yang lebih disiplin, sabar, dan kuat. Jangan lupa libatkan Tuhan dalam setiap prosesnya.” pesan Griselda.