RSUDZA Aceh Usut Pemasangan CCTV Tersembunyi di Ruang Bersalin

Gedung RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh (ANTARA/HO/Website RSUDZA)

RSUDZA Aceh Usut Pemasangan CCTV Tersembunyi di Ruang Bersalin

Whisnu Mardiansyah • 29 October 2026 12:46

Banda Aceh: Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, menindaklanjuti temuan kamera pengawas atau CCTV yang diduga dipasang secara ilegal di ruang bidan pada area kamar bersalin. Pihak rumah sakit menyatakan akan mengusut persoalan tersebut melalui evaluasi internal.

Direktur RSUDZA, Dr Muhazar Harun, mengatakan pihaknya segera menangani persoalan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah itu dilakukan untuk mencegah munculnya beragam penafsiran di tengah masyarakat.

"Persoalan langsung kami tindaklanjuti dengan cepat melalui evaluasi internal sesuai ketentuan yang berlaku agar tidak muncul beragam  penafsiran di tengah masyarakat," kata Muhazar di Banda Aceh, seperti dilansir Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.

Kasus ini menjadi perhatian setelah video penemuan CCTV tersebut beredar luas di media sosial. Dalam video yang viral itu, perangkat pengawas terlihat tersembunyi di dalam alat pengharum ruangan yang digantung di tembok.

Muhazar menjelaskan, manajemen rumah sakit telah menjatuhkan sanksi kepada pihak-pihak yang terkait dengan pemasangan CCTV dan penyebaran video tersebut.

"Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi atas kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan mekanisme koordinasi internal," katanya.
 


Menurut Muhazar, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk memperkuat pengawasan serta memperbaiki komunikasi dan koordinasi di lingkungan kerja. Perbaikan itu mencakup hubungan koordinasi antara kepala ruangan, wakil kepala ruangan, dan staf.

"Setiap persoalan di lingkungan rumah sakit harus disampaikan melalui jalur pelaporan yang tepat agar dapat diselesaikan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku," katanya.

Ia menegaskan, pemasangan CCTV tersebut bukan merupakan kebijakan pimpinan rumah sakit. Menurutnya, pemasangan perangkat pengawasan di lingkungan rumah sakit harus dikoordinasikan dan memperoleh persetujuan pihak berwenang, dengan tetap memperhatikan keamanan, kerahasiaan, serta privasi pasien dan tenaga kesehatan.


Gedung RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh (ANTARA/HO/Website RSUDZA)


Manajemen RSUDZA juga mengimbau masyarakat agar menyikapi informasi yang beredar secara bijak. Masyarakat diminta tidak menyebarluaskan rekaman atau informasi yang belum terverifikasi karena konten yang beredar tanpa konteks lengkap berpotensi memicu kesalahpahaman dan merugikan pihak terkait.

“Kami memastikan persoalan ini telah ditindaklanjuti. Evaluasi dan pembenahan internal terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Prioritas kami adalah menjaga profesionalitas, melindungi privasi, dan memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Muhazar.

Manajemen RSUDZA menyatakan akan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola, kedisiplinan, dan mutu pelayanan rumah sakit.

(Whisnu M)