Petugas kepolisian mengevakuasi temuan jenazah di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Barat, Lampung, Jumat (25/9/2026). ANTARA/HO-Polda Banten
Polda Banten Pastikan Penemuan Jenazah di Lampung Tak Terkait Rombongan Jurnalis Hilang
Lukman Diah Sari • 28 September 2026 16:27
Tangerang: Polda Banten memastikan penemuan jenazah di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak berkaitan dengan insiden hilangnya kapal motor (KM) Arupadatu I yang membawa rombongan jurnalis di perairan Selat Sunda, Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026.
"Kami memastikan bahwa penemuan mayat di perairan Pekon Balam, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I. Hasil identifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak terkait telah memastikan identitas korban," ungkap Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea dalam keterangannya yang diterima di Tangerang, Senin, 28 September 2026, melansir Antara.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan visum, jenazah tersebut diketahui bernama Rangga Adriana bin Udin Safrudin (17), seorang remaja laki-laki yang merupakan warga Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat," jelas dia.
Maruli menuturkan awal mula penemuan jenazah tersebut diketahui oleh seorang warga bernama Binani, 61. Saat itu, Binani hendak melaut untuk mencari ikan pada Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 05.25 WIB.
"Saksi melihat sesosok mayat mengambang yang kemudian terbawa arus dan ombak hingga ke sekitar pesisir pantai Pekon Balam," tutur dia.

Tim SAR menyisir sejumlah wilayah perairan Selat Sunda untuk mencari rombongan jurnalis hilang. (Metro TV/ Seprinal Sri Putra)
Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak melakukan penjemputan dan membawa jenazah ke Puskesmas Pugung Tampak untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga korban pun telah membuat surat penolakan autopsi dan langsung membawa jenazah tersebut untuk dimakamkan secara layak.
Polda Banten mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengaitkan setiap penemuan jenazah di wilayah perairan dengan peristiwa hilangnya KM Arupadatu I sebelum ada hasil pemeriksaan dan verifikasi resmi dari pihak berwenang.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Setiap informasi terkait KM Arupadatu I tentu akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi. Masyarakat kami harapkan mengutamakan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan," kata dia.
10 Hari Pencarian KM Arupadhatu I
Selama 10 hari operasi berlangsung, tim SAR gabungan telah melakukan pencarian KM Arupadhatu I melalui jalur darat, laut, hingga udara. Pada hari terakhir, area pencarian diperluas hingga 8.509 nautical mile (NM) persegi.Sebanyak 523 personel dilibatkan dengan mengerahkan 24 kapal untuk menyisir sejumlah sektor yang diperkirakan menjadi jalur pergeseran kapal maupun korban. Sayangnya, belum ada objek yang dapat dikonfirmasi sebagai bangkai kapal KM Arupadhatu I maupun delapan korban lainnya.
Sebagai informasi, delapan orang masih dinyatakan hilang dalam insiden KM Arupadhatu I. Berikut rincian penumpang yang berada di kapal tersebut:
-
Kru Kapal:Warta (kapten), Surakman (ABK - telah ditemukan meninggal), dan Heriyanto (pemandu).
-
Jurnalis: M Bagus Khoirunnas (Kantor Berita Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro (iNews), Firdaus (Anadolu), dan Donal (jurnalis lepas).