Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlangsung 41 Detik

Gunung Anak Krakatau bererupsi. Dok. Instagram BPBD Lampung

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berlangsung 41 Detik

Achmad Zulfikar Fazli • 18 October 2026 12:41

Jakarta: Gunung Anak Krakatau (GAK) di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, mengalami erupsi pada Minggu, 18 Oktober 2026, dengan tinggi kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak. Kolom Abu teramati berwarna hitam dengan intensitas tebal ke arah utara.

“Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 51 mm dan durasi 41 detik,” tulis akun Instagram BPBD Lampung, Minggu, 18 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan BPBD Lampung, Gunung Anak Krakatau sudah berhenti erupsi. "Status selesai," tulis BPBD Lampung.


Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM

Gunung Anak Krakatau juga tercatat 31 kali erupsi selama 5-9 Oktober 2026. Puncak aktivitas terjadi pada 9 Oktober sebanyak 26 kali letusan.

Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Suwarno mengatakan aktivitas erupsi berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

“Mulai tanggal 5 Oktober terjadi empat kali erupsi, kemudian tanggal 8 Oktober satu kali, puncaknya pada 9 Oktober terjadi 26 kali erupsi,” kata Suwarno, dilansir dari Antara, Senin, 12 Oktober 2026.
 


Sejak 10-12 Oktober, tidak tercatat ada erupsi lanjutan pada gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut. Meski aktivitas erupsi tidak berlanjut dalam beberapa hari terakhir, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. 

Masyarakat dan pengunjung diminta mematuhi rekomendasi keselamatan. Salah satunya tidak mendekati gunung api serta tidak beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah aktif.

(Achmad Zulfikar Fazli)