TNI-ADF Buka Peluang Latihan Gabungan Penanganan Karhutla

Komandan Kodiklat TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

TNI-ADF Buka Peluang Latihan Gabungan Penanganan Karhutla

Muhammad Adyatma Damardjati • 20 October 2026 17:57

Jakarta: Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) membuka peluang latihan gabungan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pasukan tentara dari kedua negara ini memang kerap menggelar latihan bersama terkait penanggulangan bencana.

“Tentang bencana alam, latihan bencana alam saya kira sangat memungkinkan nanti ke depan. Seperti di Latihan Super Garuda Shield juga tahun ini ada materi tentang kebencanaan, penanganan bencana,” ujar Komandan Kodiklat TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika dalam konferensi pers di Puslatpur Baluran, Selasa, 20 Oktober 2026.

Terkait penanganan karhutla, Naudi menjelaskan bahwa Indonesia dan Australia memiliki karakteristik bencana kebakaran hutan yang serupa. Sehingga, materi mitigasi bencana dinilai sangat potensial untuk masuk dalam agenda latihan militer mendatang.

“Kesamaan tentang kebakaran hutan juga sering terjadi di Australia maupun di kita. Ini juga menjadi bagian mungkin ke depan bisa kita kembangkan latihan-latihan semacam itu, dan ini ide yang sangat bagus mungkin bisa dibicarakan,” kata Naudi.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Operasi Gabungan ADF Wakil Laksamana Justin Jones mengungkap rencana aktivitas khusus bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (humanitarian assistance and disaster relief/HADR). Kegiatan penanggulangan bencana tersebut dijadwalkan bakal digelar pada akhir bulan depan.

“Akhir bulan depan kami akan melakukan aktivitas terpisah dengan rekan-rekan di TNI yang fokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana,” ujar Jones.

Jones menyebutkan penanggulangan bencana memang bukan merupakan fokus utama dalam Latihan Gabungan Keris Woomera 2026. Kendati demikian, alutsista yang terlibat seperti kapal perang HMAS Choules memiliki rekam jejak panjang dalam berbagai operasi kemanusiaan.

“HMAS Choules telah menghabiskan sebagian waktunya tahun ini bergerak di kawasan dalam aktivitas bernama Pacific Partnership yang sepenuhnya fokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, termasuk kunjungan pelabuhan di kepulauan Indonesia,” tegas Jones.


Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika bersama Commander Joint Operations ADF Vice Admiral Justin Jones. Foto: Metro TV/Muhamamd Adyatma Damardjati. 

Jones mengenang momen bersejarah saat militer Australia menerjunkan bantuan ketika bencana tsunami melanda Aceh pada 2004 silam. Ia menegaskan komitmen ADF untuk senantiasa siap siaga membantu Indonesia jika situasi darurat serupa kembali terjadi.

“Salah satu contoh hebat dalam sejarah antara kedua negara adalah dukungan Australia kepada Indonesia saat tsunami 2004. Itu melekat kuat dalam ingatan banyak dari kami di Australian Defence Force, dan kami ingin bisa melakukannya lagi untuk saling membantu jika dan ketika saatnya tiba,” kata Jones.

(Gabriella Thesa Widiari)