Proses evakuasi korban longsor di Cilacap. Foto: BPBD Kabupaten Cilacap
Operasi SAR Longsor Cilacap Terhambat Kontur Tanah Labil di Golden Time
Fajar Nugraha • 14 November 2025 08:55
Jakarta: Longsor di Cilacap menyisakan 21 orang yang dilaporkan dalam pencarian. Namun kontur tanah menjadi tantangan bagi tim penyelamat untuk mencari korban.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap dan tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan turun ke lokasi guna melakukan evakuasi warga.
“Kontur tanah yang masih labil menjadi tantangan bagi tim SAR dalam pencarian korban di masa golden time,” sebut keterangan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Ph.D, dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat 14 November 2025.
BNPB akan memberangkatkan tim reaksi cepat ke lokasi terdampak guna membantu tim lapangan.
Peristiwa longsor bermula oleh hujan deras di wilayah tersebut yang turun dalam waktu cukup lama. Tingginya curah hujan menyebabkan tanah longsor dan menimpa rumah warga. Tiga desa terdampak adalah Dusun Cibeunying, Cibaduyut, dan Tarakan.
“Tim gabungan telah mengevakuasi korban dengan rincian 23 orang selamat, tiga orang luka ringan, dan dua orang meninggal dunia. Sementara itu, 21 orang masih dalam pencarian,” tambah Abdul Muhari.
Tim reaksi cepat sementara mencatat kerugian materil meliputi 12 unit rumah rusak dan 16 unit rumah terancam.
BNPB mengimbau warga maupun tim SAR yang sedang bertugas di lokasi untuk selalu waspada akan risiko longsor susulan. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi hampir merata di wilayah Kecamatan Majenang, Cilacap pada hari Jumat 14 November hingga Minggu 16 November mendatang.