Emas Terkoreksi, Dolar Perkasa Tekan Harga Logam Mulia

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Emas Terkoreksi, Dolar Perkasa Tekan Harga Logam Mulia

Ade Hapsari Lestarini • 24 April 2026 07:45

Jakarta: Harga emas dunia berjangka terpantau lebih rendah selama sesi perdagangan di Amerika Serikat (AS) pada Kamis waktu setempat.

Melansir Investing, Jumat, 24 April 2026, pada Divisi Comex New York Mercantile Exchange, futures emas untuk penyerahan Juni diperdagangkan pada USD4.710,31 per troy ons pada waktu penulisan, menurun 0,90 persen.

Instrumen ini sebelumnya sempat menyentuh level terendah harian. Emas kemungkinan akan mendapat level support pada USD4.680,55 dan resistance pada USD4.917,70.
 

Dolar AS perkasa


Indeks dolar AS Berjangka yang memantau kinerja greenback versus keranjang enam mata uang utama lainnya, naik 0,24 persen dan diperdagangkan pada USD98,65.

Sementara itu di Comex, harga perak untuk penyerahan Mei jatuh 3,18 persen dan diperdagangkan pada USD75,49 per troy ons. Sedangkan harga tembaga untuk penyerahan Mei jatuh 1,54 persen dan diperdagangkan pada USD6,03 per pon.


   

Wall Street tertekan


Saham-saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Sentimen AS dan Iran masih menjadi penyebab utamanya. Melansir Xinhua, Jumat, 24 April 2026, kebuntuan angkatan laut yang sedang berlangsung antara AS dan Iran di Selat Hormuz terus membebani sentimen pasar di tengah gencatan senjata yang rapuh.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 179,71 poin atau 0,36 persen menjadi 49.310,32. Indeks S&P 500 merosot 29,50 poin atau 0,41 persen menjadi 7.108,4. Indeks Nasdaq Composite turun 219,063 poin, atau 0,89 persen, menjadi 24.438,504.

Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup merah, dengan sektor teknologi dan barang konsumsi non-esensial memimpin penurunan dengan masing-masing kehilangan 1,47 persen dan 0,93 persen. Sementara itu, sektor utilitas dan industri memimpin kenaikan dengan masing-masing menambah 2,80 persen dan 1,75 persen.

Tekanan pasar terjadi seiring konflik yang berkembang menjadi kebuntuan angkatan laut. Kedua pihak memperebutkan kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global, serta dilaporkan menyita kapal-kapal komersial dalam sepekan terakhir.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Ade Hapsari Lestarini)